Jumat, 03 Jul 2026

FAMILY

Efek Buruk Anak dengan Orangtua Sibuk Bekerja

Selasa, 15 Sep 2015 16:15
Lifehack
Efek buruk anak dengan orangtua bekerja
APAKAH Anda adalah orangtua penuh perhatian yang rela banting tulang siang dan malam demi kesejahteraan buah hati?

Pernahkah berpikir bahwa kesibukan Anda bekerja dapat menyebabkan anak menderita secara mental dan emosional?

Luangkan waktu sejenak untuk menyadari bahwa kebahagiaan anak-anak tidak bergantung pada harta. Mungkin tanpa sadar, Anda pernah tidak menanggapi pertanyaan si kecil karena terlalu lelah bekerja seharian. Tindakan ini ternyata sangat melukai anak,.

Sebuah survei yang dilakukan oleh Institute for Social and Economic Research membuktikan, ibu dan ayah yang bekerja sepanjang hari dapat memberikan efek seakan-akan anak tumbuh bersama single parent.

Penelitian tersebut juga mengungkap bahwa anak dari ibu yang bekerja mengalami penurunan kemampuan dalam mengikuti ujian di sekolah sebesar 20 persen. Anak usia 5-10 tahun yang ibunya sangat sibuk bekerja mengalami stres mental sehingga berprestasi buruk di sekolah jika dibandingkan dengan anak-anak uang ibunya di rumah untuk membantu mereka belajar.

Namun, dibandingkan dengan tahun 70-80-an, saat ini banyak orangtua yang dipenuhi perasaan bersalah karena harus meninggalkan anak untuk bekerja. Sekira 42 persen dari orangtua yang ikut dalam penelitian tersebut tidak senang ketika mengetahui fakta bahwa mereka tidak bisa memenuhi peran sebagai orangtua yang ideal. Penelitian juga menunjukkan bahwa kualitas kebersamaan dengan anak lebih penting dari kuantitas.

Sebagai contoh, Anda mungkin menghabiskan berjam-jam dengan anak namun tidak ada koneksi emosional yang terjadi. Anda lebih sibuk dengan smartphone daripada bermain dengan anak. Di sisi lain, hasil penelitian yang sama menyebutkan, anak-anak dari orangtua yang lebih terlibat dalam pendidikan dan kegiatan ekstrakurikuler cenderung lebih cerdas dan aktif.

Kesimpulannya, sangat penting untuk mendukung dan membimbing anak-anak Anda apakah itu dalam hal pendidikan, bermain, atau mengajarkan kebiasaan baik dan buruk. Demikian dilansir dari Lifehack, Selasa (15/9/2015).

(okezone.com)
Lifestyle
Berita Terkait
  • Jumat, 03 Jul 2026 16:35

    Ekspor Minyak Arab Saudi Meroket Setelah Selat Hormuz Dibuka

    Sejak Amerika Serikat (AS) dan Iran menyetujui perjanjian untuk membuka kembali jalur laut Selat Hormuz bulan lalu, Arab Saudi telah meningkatkan pengiriman minyaknya. Menurut laporan dari CNBC pada J

  • Jumat, 03 Jul 2026 16:08

    BC Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 652 iPhone Bekas Ilegal dari Malaysia

    BENGKALIS â€" Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Bengkalis berhasil menggagalkan upaya masuknya 652 unit handphone bekas merek iPhone ilegal melalui Pelabuhan Pe

  • Jumat, 03 Jul 2026 16:06

    Polisi Ungkap Kasus Narkotika 500 Gram di Pangkalan Kuras Pelalawan

    PELALAWAN â€" Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Pelalawan mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di Dusun II Seimedang, Desa Kesuma, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Rab

  • Jumat, 03 Jul 2026 16:04

    65 Personel Polres Rokan Hilir Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Amanah untuk Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan

    TANAHPUTIH-Sebanyak 65 personel Polres Rokan Hilir menerima kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi dalam Upacara Laporan Kenaikan Pangkat Personel Polres Rokan Hilir Periode 1 Juli 2026. Upacara berl

  • Jumat, 03 Jul 2026 15:34

    Taspen dan Kemenag RI Integrasikan Data Pernikahan untuk Permudah Layanan ASN

    PT TASPEN (Persero) menjalin kerja sama dengan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor