JAKARTA - Bagi sebagian orang, minuman beralkohol sangat cocok menjadi teman pendamping saat bersantai atau di tengah-tengah selebrasi tertentu. Sensasi yang dihasilkan saat meminum minuman beralkohol bisa membuat senang dan rileks, tetapi rupanya efek itu hanya sekejap saja. Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol di luar batas wajar ternyata memiliki efek samping yang juga tidak kalah berbahayanya untuk kesehatan tubuh, tidak terkecuali kesehatan kulit. Konsumsi minuman beralkohol memiliki banyak efek langsung pada penampilan kulit kamu, serta dampak jangka panjang yang tentunya tidak kamu inginkan. Pelajari di bawah ini mengenai risiko yang ditimbulkan oleh kebiasaan mengkonsumsi minuman beralkohol pada kecantikan kulit kamu!
1. Efek yang Segera Ditimbulkan
Jika menderita rosacea atau memiliki kulit yang sensitif, akan langsung melihat efek dari alkohol pada kulitmu, terutama jika meminum wine atau anggur merah. Hal ini karena histamin dan tiramin yang terkandung di dalam anggur merah menyebabkan pelebaran pembuluh darah yang intens, menyerupai reaksi alergi ringan yang dapat membuat kulitmu tampak lebih kemerahan dari biasanya. Jika kamu tidak cukup minum air putih setelah mengkonsumsi minuman beralkohol, tubuh kamu akan mulai mempertahankan diri terhadap efek dehidrasi alkohol dan menyebabkan kulit kamu menjadi bengkak.
2. Kondisi Kulit Keesokan Harinya
Sebagian besar orang akan mulai merasakan efek buruk meminum alkohol saat bangun keesokan paginya. Semua alkohol bersifat diuretik dan dapat menyebabkan dehidrasi pada kulit. Karena itulah, Sahabat Fimela akan merasakan kulitmu tampak kering dan tidak kenyal setelah meminum alkohol.Tak hanya itu, alkohol juga dapat melebarkan pembuluh darah kecil di wajah, sehingga membuat kulit tampak memerah dan terasa hangat saat disentuh. Efek ini dapat langsung terlihat dan terkadang masih bertahan selama beberapa hari setelah kamu mengkonsumsi minuman beralkohol. Beberapa minuman beralkohol, seperti bir dan koktail, memiliki kandungan gula yang cukup tinggi, sehingga dapat memicu produksi hormon IGF-1 yang berpengaruh pada produksi sebum berlebihan yang dapat menimbulkan jerawat.
3. Efek Jangka Panjang
Seiring berjalannya waktu, kulitmu akan mulai kehilangan elastisitasnya karena dehidrasi akibat kebiasaan minum minuman beralkohol. Selain itu, alkohol juga dapat menimbulkan masalah kesehatan usus yang juga akan berdampak terhadap kemampuan tubuh untuk mengeluarkan racun. Organ pencernaan yang meradang akan memiliki dampak drastis pada penampilan kulit. Kesehatan usus yang buruk muncul dalam bentuk jerawat hormon, eksim, dan produksi sebum yang berlebihan.
Konsumsi alkohol yang berlebihan juga dapat mempengaruhi kadar vitamin A di dalam tubuh. Padahal, vitamin A berperan penting sebagai anti-oksidan untuk mendorong regenerasi sel kulit. Selain itu, vitamin A juga sangat dibutuhkan tubuh untuk memproduksi kolagen yang penting dalam mempertahankan elastisitas kulit. Karena itulah, kulit akan menjadi kendur dan mudah timbul keriput jika terlalu sering mengkonsumsi minuman beralkohol.
Seperti ungkapan 'we are what we eat', rupanya apa yang kamu minum juga memiliki dampak bagi kesehatan kulit. Jika sewaktu-waktu ingin meminum alkohol, pikirkan dampak yang akan diterima oleh kulit kamu dalam jangka panjang. Terlepas dari itu, selalu ingat untuk minum air putih yang cukup agar kulitmu tetap terjaga kesehatan dan kecantikannya.
Sumber: Fimela.com