FOOD
Krisis Kopi Dunia Sudah Dekat!
Jumat, 08 Jan 2016 16:20
Bulan Oktober 2015, Italia memperingatkan bahwa terjadi kekurangan pasokan kopi secara global. Hal itu dapat dibuktikan dengan meningkatnya jumlah konsumsi kopi, namun persediaan kopi dunia tak mencukupi.
Saat itu, Andrea Illy, CEO Illycafe mengatakan pada Bloomberg bahwa peningkatan konsumsi ini merupakan pertanda bahwa kita butuh 40-50 juta kantung kopi untuk memenuhi permintaan konsumsen dalam satu dekade.
"Cepat atau lambat, dalam beberapa bulan atau tahun, kita harus membuat keputusan yang jelas tentang apa yang harus dilakukan. Kami tidak tahu, kopi akan datang dari mana lagi," pupus Andrea.
Sebuah laporan menyatakan bahwa krisis kopi sudah dekat. Departemen Pertanian Amerika Serikat menyatakan bahwa ekspor global dan jumlah konsumsi kopi diperkirakan sudah mencapai puncaknya.
Seperti diketahui, Uni Eropa saat ini menyumbang hampir setengah impor kopi dunia. Namun permintaan kopi dan ke depannya diperkirakan akan terus meningkat.
Sebagaimana dilansir Metro.co.uk, Jumat (8/1/2016), banyak faktor yang menyebabkan krisis kopi dunia. Contohnya terjadi peningkatan permintaan kopi, lalu tak tersedia persediaan kopi memadai, serta perubahan iklim.
Terutama pada permasalahan perubahan iklim. Hal ini menyebabkan panen kopi di sejumlah negara penyuplai kopi seperti Indonesia dan Brazil terus melemah.
Data statistik Organisasi Kopi Internasional pada 2014 untuk produksi kopi robusta dan arabica menunjukkan bahwa, konsumsi kopi lebih banyak dari produksi, yakni sekira 51,13 persen konsumsi dan sisanya 48,87 persen jumlah produksi.
Telegraph juga melaporkan dari pangsa makanan dan minuman, Allegra Group menyadari tingginya permintaan untuk biji kopi kualitas tinggi dapat menyebabkan kekurangan.
Masalahnya, biji kopi berkualitas tinggi seperti Arabika yang tumbuh di dataran tinggi masih dikelola oleh pertanian kecil dengan hasil yang rendah. Hal itu juga berpengaruh pada ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan.
Menurut Fox, beberapa ahli mengatakan bahwa efek dari kekurangan muncul hanya dalam waktu tiga sampai lima tahun. Sementara itu, langkah jitu sedang dipersiapkan agar krisis kopi tidak berkelanjutan.
Kemendes PDT dan FAO Gelar Pelatihan Perkuat Tata Kelola Sistem Pangan Berkelanjutan
JAKARTAâ€" Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hari ini meluncurkan program pelatih
Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Ukui, Dadung Beraksi Dua Kali dengan Komplotan Berbeda
PELALAWAN â€" Unit Reskrim Polsek Ukui berhasil membongkar dua kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Ukui. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap pelaku utama
LPSK Bentuk Tim Pengawal Kasus Kematian Dokter Icha
JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengerahkan tim untuk mengawal kasus kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr Icha. Hal itu dilakukan untuk mendalami perkara yang
Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultra Mikro, Ini Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir
Survei lembaga riset independen INDEKSTAT 2025 mencatat pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan, d
OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keseriusan merespons peringatan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontie