Jumat, 29 Mei 2026
  • Home
  • Lifestyle
  • Kuliner Kaya Cita Rasa Khas Riau dari Meranti, Mantan Menteri Pertanian Pernah Ketagihan

Kuliner Kaya Cita Rasa Khas Riau dari Meranti, Mantan Menteri Pertanian Pernah Ketagihan

admin
Jumat, 14 Agu 2020 11:13

MERANTI - Sebagai daerah penghasil sagu terbesar di Indonesia, Kepulauan Meranti memiliki banyak makanan khas berbahan sagu.

Salah satu yang kuliner khas asal Kepulauan Meranti adalah sempolet.

Sempolet yang juga masakan khas Melayu Riau biasanya dapat ditemukan pada masyarakat Melayu di Riau pesisir seperti di Kabupaten Kepulauan Meranti, Bengkalis dan Siak.

sempolet juga menjadi spesial bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti karena berbahan baku sagu yang merupakan komoditi utama asal kabupaten termuda di Riau tersebut.

Bagi masyarakat Melayu Riau membuat dan mengonsumsi sempolet menjadi salah satu cara untuk melestarikan kearifan lokal yang terus dijaga untuk generasi selanjutnya.

Sekilas, tekstur sempolet sangat mirip seperti sup kental juga mirip makanan khas Papua, Papeda.

Jika Papeda dinikmati bersama ikan, sempolet justru variatif.

tribunnews
Sempolet : Kuliner Kaya Cita Rasa Khas Riau dari Meranti, Mantan Menteri Pertanian Pernah Ketagihan. Foto: Bude sedang membuat sempolet. (Tribun Pekanbaru/Teddy Tarigan)

sempolet diibaratkan seperti cream soup berkuah pedas, namun terbuat dari sagu yang dicampur dengan sayuran pakis beserta udang, teri, siput atau daging lokan (sejenis kerang).

Perpaduan makanan ini menunjukkan pemanfaatan kearifan lokal yang optimal oleh masyarakat setempat.

Meskipun sempolet terbuat dari sagu yang mengandung protein lebih rendah daripada beras, tetapi pembuatan sempolet didukung oleh bahan-bahan yang kaya serat dan protein.


Sayuran hijau termasuk pakis-pakisan, kangkung serta daun lainnya mengandung serat dan vitamin yang tinggi dan baik untuk pencernaan.

Udang juga mengandung kadar protein yang tinggi karena mengandung asam amino.

Hal ini menyebabkan sempolet tidak hanya mengenyangkan tetapi juga menjadi asupan protein dan serat yang bermanfaat bagi tubuh.

sempolet dapat dinikmati selagi hangat sebelum mengental karena dingin.

tribunnews
Sempolet : Kuliner Kaya Cita Rasa Khas Riau dari Meranti, Mantan Menteri Pertanian Pernah Ketagihan. Foto: Dua orang pembeli sedang makan sempolet di sebuah warung. (Tribun Pekanbaru/Teddy Tarigan)

sempolet tidak bisa dipanaskan berulang-ulang karena akan mengubah rasa dan bentuknya.

Oleh karena itu, sempolet jarang dijual dan hanya dibuat di rumah pada acara-acara tertentu seperti acara tradisi, perhelatan pemerintahan di kabupaten, atau hari-hari besar lainnya.

Untuk Kepulauan Meranti masakan ini juga cukup banyak ditemukan di Selatpanjang salah satunya di Warung Mi Sagu Bude di jalan Rintis, Selatpanjang.

Sang pemilik adalah Jumiati atau yang akrab disapa Bude. Dirinya mengatakan sudah memulai bisnis kuliner tersebut sejak tahun 1986 dan menu andalannya adalah mi sagu dan sempolet.

"Dulu harganya hanya 10 rupian dan awalnya hanya mi sagu, tapi karena daerah kita khas melayu kita buat lagi menu sempolet dan peminatnya masih banyak," ujar Jumiati saat ditemui di warungnya.

Untuk satu porsi sempolet harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau dimana Bude menjualnya dengan harga Rp 10.000,-


Bude mengatakan dengan menjual sempolet dirinya juga menunjukkan identitas budaya Melayu di Kepulauan Meranti.

"Karena sering juga ada yang pesan untuk acara-acara khusus, dan sempolet ini sebagai menu yang khas untuk disajikan," ujar Bude.

Walaupun saat ini untuk warung yang menyediakan sempolet tidak banyak di Selatapanjang, Bude tetap mempertahankan karena menilai bahwa masakan sempolet tetap menjadi pilihan pasti bagi banyak masyarakat.

"Karena sempolet tetap jadi favorit, apalagi banyak orang dari luar sepeeti Malaysia atau Jakarta datang carinya sempolet. Walaupun kadang banyak juga yang belum tau dimana jualnya," tuturnya.

Selain itu dikatakannya untuk bahan baku maupun penyajiannya tidak sulit. "Bahannya juga tidak susah dan memasakanya tidak lama." Pungkas Bude.

sempolet,  juga turut mengantarkan Provinsi Riau juara meraih juara II di ajang Festival Kuliner Nusantara. Festival itu merupakan salah satu serangkaian acara dalam rangka HUT Ke 42 Taman Mini Indoensia Indah (TMII) yang digelar pada April 2017 lalu.

Karena kelezatan dan keistimewaannya saat ini sempolet masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2020 kategori Makanan Tradisional Terpopuler.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kepulauan Meranti, Rizki Hidayat mengatakan untuk pengumuman juara API tersebut, akan diumumkan pada Desember 2020 mendatang.

Untuk bisa memenangkan ajang bergengsi itu, butuh dukungan penuh seluruh elemen masyarakat Kepulauan Meranti, melalui voting SMS sebanyak-banyaknya

"Kami mengharapkan dukungan seluruh masyarakat agar sempolet bisa meraih juara dan kuliner kita dikenal luas di seluruh penjuru dunia," kata Rizki.


Dia juga mengatakan kegiatan API merupakan ajang promosi pariwisata Riau di tingkat nasional, bahkan mancanegara.

"Banyaknya dikenal kuliner dan pariwisata kita, maka akan banyak wisatawan yang akan berdatangan ke Kepulauan Meranti. Kami mengucapkan terima kasih kepada pelaku sektor pariwisata, kuliner. Berkat dedikasi dan usahanya sektor pariwisata, kuliner makin dikenal luas," ujarnya lagi.

Ketua Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Kepulauan Meranti, RH Ramadhan mengatakan suatu kebanggaan tersendiri bagi Kepulauan Meranti, dimana kembali masuk kedalam nominasi API.

"Tahun ini kembali Kabupaten Kepulauan Meranti masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia dua kategori yakni kategori ekowisata terpopuler dan makanan tradisional terpopuler. Besar harapan kita agar keduanya bisa terpilih menjadi pemenangnya. Seperti perwakilan dari Meranti sebelumnya yakni Perang Air dan Lari Diatas Tual Sagu," kata Ramadhan.

Dijelaskannya saat pengusulan utnuk masuk nominasi sejulah kearifan lokal ditawarkan, namun sempolet terpilih sebahai kuliner yang khas dari Kepulauan Meranti dan berbahan utama sagu sebagai komoditi utama daerah.

"Yang dinilai sama kementrian itu yang tidak ada persamaannya dengan daerah lain, jadi untuk makanan tradisional provinsi Riau daei Meranti yang mewakili sempolet," ujarnya

Dikatakan, saat ini sedang dalam tahapan pembuatan video dan melakukan beberapa persiapan untuk memenangkan anugerah tersebut.

"Tentunya ini butuh bantuan dan dukungan dari semua pihak dan tidak terlepas dari bantuan seluruh kalangan masyarakat dalam memberikan voting yang akan dimulai bulan agustus mendatang. Caranya mudah ketik keyword API 1H untuk sempolet, kirim ke 99386. Semoga tahun ini pariwisata dan kuliner Meranti kembali mengharumkan nama baik Riau dan Kepulauan Meranti khususnya," pungkasnya.

Andi Amran Sulaiman pada saat menjabat Menteri Pertanian pernah berkunjung ke Kepulauan Meranti Riau, dan pernah pula mencicipi sempolet ini karena ia penasaran dengan bentuknya.

Setelah ia cicipi, iapun ketagihan dan minta tambah. 

Sumber: tribunpekanbaru.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.