Tren Kecantikan 2016: Perawatan Indiba
Selasa, 22 Des 2015 14:34
Berdasarkan pantauan Okezone di Natasha Skin Care Jalan Wijaya, terdapat salah satu perawatan kecantikan terbaru yang akan menjadi hits di tahun 2016. Adalah perawatan kecantikan radio frekuensi. Namun, karena alat yang digunakan bernama indiba, maka perawatan ini kerap dikenal dengan perawatan indiba.
"Nama perawatannya radio frekuensi, menggunakan alat yang dinamakan indiba. Tetapi, banyak orang mengenalnya sebagai perawatan indiba," ujar dokter Andy Prasetya, dari Natasha Skin Care Jalan Wijaya, yang ditemui Okezone, beberapa waktu lalu.Menurut dokter Andy Prasetya, jenis perawatan ini bebas rasa sakit. Di mana energi yang dihantarkan dari indiba memberikan rasa hangat. Bahkan, setelah melakukan perawatan ini Anda pun bisa beraktivitas seperti biasa.
Perawatan indiba memiliki sejumlah fungsi, diantaranya adalah menghilangkan kerutan-kerutan halus di wajah, shagging, menghilangkan kantung mata dan eye dark circle, konturing perut, re-shaping bokong, hingga mengencangkan payudara.
Baik wanita maupun pria dapat melakukan jenis perawatan ini. Bahkan, tidak terbatas pada umur, hanya bergantung pada masalah yang dialami.
"Wanita atau pria bisa melakukan ini. Umumnya kalau pria melakukan treatment pada wajah, kalau wanita wajah dan bagian tubuh lainnya, seperti payudara, lengan, dan bokong. Sementara, mereka yang masih muda, umumnya untuk menghilangkan selulit dan chubby face," tutur dokter Andy.
Mulai satu kali pengerjaan, hasilnya pun sudah mengalami perubahan. Meski begitu, seseorang yang melakukan perawatan indiba dianjurkan untuk melakukannya lebih dari satu kali.
"Dianjurkan paling tidak 5-6 sesi, jarak pengerjaanya dari satu sesi ke sesi lainnya satu bulan. Indiba energinya ringan sehingga perlu pengulangan untuk mendapatkan hasil yang optimal. Rata-rata tidak hanya satu kali treatment," tutup dokter Andy.
Wawako Pekanbaru: Belum Ada Obat Penyembuh HIV, Deteksi Dini Jadi Kunci
PEKANBARU â€" Pemerintah Kota Pekanbaru mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan HIV apabila merasa berisiko terpapar. Hingga kini belum ada obat yang dapat menyembuhkan infeksi HIV, seh
Korpus BEM se-Riau Apresiasi Berbagai Program Strategis Polda Riau
PEKANBARU - Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli 2026 menjadi momentum bagi berbagai elemen masyarakat untuk memberikan apresiasi terhadap kinerja Kepolisian Republik Indonesia. Salah satunya
Harapan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di HUT ke-80 Polri: Terus Reformasi Diri dan Jangan Cepat Puas
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai Polri merupakan salah satu institusi negara yang paling sering menjadi sorotan dan menerima kritik dari masyarakat. Namun di tengah berbagai evaluasi tersebut,
Surplus Dagang Ri 72 Bulan Akhirnya Terhenti, Kini Defisit USD 1,61 Miliar
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar USD 1,61 miliar pada Mei 2026. Catatan ini membuat tren surplus neraca perdagangan selama 72 bulan bertur
Era Baru Dimulai, Susy Susanti Resmi Gantikan Rudy Hartono Pimpin PB Jaya Raya
Setelah setengah abad dipimpin Rudy Hartono, PB Jaya Raya akhirnya memasuki babak baru. Tongkat estafet kepemimpinan kini resmi berada di tangan Susy Susanti.Momentum bersejarah itu diumumkan bertepat