Rabu, 01 Jul 2026
  • Home
  • Kesehatan
  • Wawako Pekanbaru: Belum Ada Obat Penyembuh HIV, Deteksi Dini Jadi Kunci

Wawako Pekanbaru: Belum Ada Obat Penyembuh HIV, Deteksi Dini Jadi Kunci

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 01 Jul 2026 14:49
PEKANBARU â€" Pemerintah Kota Pekanbaru mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan HIV apabila merasa berisiko terpapar. Hingga kini belum ada obat yang dapat menyembuhkan infeksi HIV, sehingga deteksi dini dan kepatuhan menjalani terapi antiretroviral (ARV) menjadi langkah utama untuk mengendalikan virus sekaligus menekan risiko penularan.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan masyarakat yang mencurigai dirinya terpapar HIV dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan di puskesmas. Menurut dia, semakin cepat infeksi terdeteksi, semakin cepat pula pasien memperoleh penanganan dan pendampingan yang diperlukan.


Penanganan HIV, kata Markarius, saat ini difokuskan pada pengendalian virus melalui terapi antiretroviral (ARV), pengobatan terhadap gejala yang muncul, serta pendampingan bagi orang dengan HIV (ODHIV).

"Penderita yang mengalami keluhan seperti demam, sakit kepala, atau gangguan kesehatan lainnya tetap dapat menjalani pengobatan sesuai gejala yang dialami," kata Markarius, Rabu (1/7/2026).


Ia menjelaskan, terapi ARV harus dikonsumsi secara rutin untuk menekan jumlah virus di dalam tubuh. Jika jumlah virus berhasil ditekan, risiko penularan kepada orang lain juga menjadi jauh lebih rendah.

"Jika obat dikonsumsi secara teratur, jumlah virus dapat ditekan sehingga risiko penularan kepada orang lain menjadi jauh lebih rendah," ujarnya.


Markarius mengatakan seluruh puskesmas di Pekanbaru telah menyiapkan layanan pemeriksaan, pengobatan, hingga pendampingan bagi ODHIV. Tenaga kesehatan juga melakukan pemantauan agar pasien tetap disiplin menjalani terapi karena kepatuhan mengonsumsi ARV menjadi faktor penting dalam mengendalikan perkembangan virus.

Selain itu, Pemerintah Kota Pekanbaru berkomitmen menjaga kerahasiaan identitas setiap penderita HIV. Menurut dia, langkah tersebut penting untuk mencegah stigma dan diskriminasi yang masih kerap dialami ODHIV, termasuk kehilangan pekerjaan akibat status kesehatannya diketahui.


"ODHIV tidak hanya membutuhkan pengobatan, tetapi juga dukungan moral, perlindungan hak, dan pendampingan agar mereka dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik tanpa diskriminasi,"(goriau)

Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/wawako-pekanbaru-belum-ada-obat-penyembuh-hiv-deteksi-dini-jadi-kunci.html

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor