Sabtu, 20 Jun 2026
  • Home
  • Lingkungan
  • Apa Penyebab Kerbau Mati Mendadak di Kampar? Bvet Bukittinggi Ambil Sampel 6 Ekor

Apa Penyebab Kerbau Mati Mendadak di Kampar? Bvet Bukittinggi Ambil Sampel 6 Ekor

Admin
Sabtu, 10 Sep 2022 09:11
pekanbaru.tribunnews.com

KAMPAR - Balai Veteriner Bukittinggi telah mengambil sampel dari enam ekor Kerbau di Kampar, Rabu (7/9/2022). Pengambilan sampel untuk mengungkap penyebab pasti Kerbau mati mendadak.

Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disbunnak Keswan) Kampar, Syahrizal melalui Kepala Bidang Keswan Kampar, drh. Deyus Herman menyebutkan, enam sampel diambil dari tiga desa.

Tersebar di Desa Gunung Bungsu dan Desa Muara Takus Kecamatan XIII Koto Kampar masing-masing empat dan satu ekor.

Satu ekor lagi di Desa Tanjung Kecamatan Koto Kampar Hulu.

"Pengambilan sampel sudah selesai. Sampel langsung dibawa ke Laboratorium Veteriner di Bukittinggi," kata Deyus  Kamis (8/9/2022).

Menurut dia, hasil uji laboratorium kemungkinan baru keluar setelah tiga hari. Hasilnya diperkirakan akan diterima pada Senin (12/9/2022).

Ia menjelaskan, sampel diambil dari Kerbau yang sekandang dengan yang mati mendadak. Sebab memiliki peluang lebih besar tertular wabah.

Hasil uji lab akan mengungkap apakah Kerbau mati karena wabah ngorok atau Penyakit Mulut dan Kulit (PKK). Atau bahkan komplikasi kedua wabah.

"Dari gejala klinisnya memang mengarah ke Kerbau ngorok. Tetapi harus kita pastikan dulu," tandas Deyus.



Ia menambahkan, saat ini beberapa hewan ternak Kerbau menunjukkan gejala klinis wabah yang marak belakangan ini. Tetapi banyak juga yang sehat.

Terhadap yang bergejala, dipisahkan dari hewan lain. Guna mendapat perawatan intensif dan agar tidak menularkan ke hewan lain.

Masa inkubasi wabah dalam 14 hari. Setelah sembuh, hewan akan memiliki imun sendiri.

Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.