Senin, 04 Mei 2026
  • Home
  • Lingkungan
  • Api Karhutla di Desa Pulau Muda Pelalawan Berhasil Dipadamkan, Tim Gabungan Fokus Pendinginan Lokasi

Api Karhutla di Desa Pulau Muda Pelalawan Berhasil Dipadamkan, Tim Gabungan Fokus Pendinginan Lokasi

Admin
Rabu, 10 Agu 2022 14:06
pekanbaru.tribunnews.com

PELALAWAN- Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang muncul di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau sudah bisa diatasi tim gabungan yang melakukan operasi pemadaman, Rabu (10/9/2022).

Proses pemadaman telah dilakukan sejak Senin (8/8/2022) lalu dan sudah berlangsung selama tiga hari hingga hari ini.

Operasi pemadaman darat melibatkan personil gabungan dari berbagai instansi seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP dan Damkar, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), perusahaan swasta, dan lainnnya.

Setelah berjibaku dengan api selama tiga hari, bencana Karhutla bisa diatasi dan penyebaran api dapat dikendalikan.

"Informasi dari lapangan, api sudah padam kemarin. Jadi tim melakukan pendinginan saja lagi di lokasi," ungkap Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pelalawan, Musa S.Pd kepada tribunpekanbaru.com, Rabu (10/8/2022).

Musa menerangkan, pendinginan dilakukan oleh personil gabungan dengan menyiram kembali areal bekas terbakar.

Pasalnya, di lokasi masih menimbulkan asap dari bekas tunggul kayu ataupun material lainnya.

Dikuatirkan api kembali muncul jika tertiup angin ataupun dibiarkan begitu saja.

Sehingga penyiraman terus dilakukan hingga semua bara api padam.


Apalagi Desa Pulau Muda memilik lahan gambut yang cukup dalam dan sulit dipadamkan jika terjadi Karhutla.

Pihaknya sulit berkomunikasi dengan petugas di lokasi karena sinyal telepon genggam sangat susah didapat.

Petugas bisa memberikan informasi setelah keluar dari lokasi Karhutla dan kembali ke penginapan.

Mereka bermalam di rumah masyarakat yang ada di Desa Pulau Muda.

"Personil sampai saat ini belum ada pulang. Mereka menginap di rumah masyarakat. Mudah-mudahan secepatnya tuntas," tambah Musa.

Karhutla yang mulai muncul di Pelalawan akibat musim kemarau yang kian terasa dalam dua pekan terakhir.

Matahari bersinar sangat terik dan terasa cukup panas mulai pagi hingga sore hari.

Bahkan pada malam hari, hawa panas masih terasa membuat keringat bercucuran.

Ditambah lagi dengan potensi hujan semakin minim belakangan ini.

Berdasarkan prakiraan dari BMKG, cuaca di Pelalawan cerah berawan Mao pagi sampai siang hari.


Sedangkan pada sore hingga malam berpotensi hujan ringan hingga sedang di Pelalawan serta beberapa daerah di wilayah Riau.

Pada dini hari hampir tidak ada peluang hujan.

Titik panas atau hotspot juga tidak ada terpantau di Pelalawan.

Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.