- Home
- Lingkungan
- Bukan Ratusan Ekor, Ini Klarifikasi Disbunnak Keswan Kampar Soal Kabar Kerbau Mati Massal
Bukan Ratusan Ekor, Ini Klarifikasi Disbunnak Keswan Kampar Soal Kabar Kerbau Mati Massal
Admin
Senin, 05 Sep 2022 15:56
KAMPAR - Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disbunnak Keswan) Kampar mengklarifikasi kabar tentang Kerbau mati massal. Kabar ratusan Kerbau mati ditepis.
Kepala Disbunnak Keswan Kampar, Syahrizal melalui Kepala Bidang Keswan, drh. Deyus Herman memastikan tidak ada Kerbau mati massal di Kampar.
Kematian tidak sampai 10 ekor.
"Cuma ada 6 ekor mati mendadak, 7 ekor potong paksa," ungkap Deyus , Senin (5/9/2022).
Fenomena ini terjadi di Desa Gunung Bungsu dan Desa Muara Takus Kecamatan XIII Koto Kampar serta Desa Tanjung Kecamatan Koto Kampar Hulu.
Adapun angka ratusan yang beredar, kata dia, aksi jual hewan ternak Kerbau.
Masyarakat yang panik dan takut karena fenomena tersebut ramai-ramai menjual hewan ternaknya ke penampung.
Masyarakat terpaksa menjual dengan harga lebih murah.
"Ada informasi yang beredar kalau penyakit yang mati mendadak itu, tidak ada obatnya. Ini yang keliru," kata Deyus.
Ia mengemukakan, dari pemeriksaan gejala klinis hewan disimpulkan bahwa Kerbau yang mati terserang Septicaemia Epizootica (SE) atau Kerbau ngorok.
Penyakit ini disebabkan bakteri.
Menurut dia, berbeda dengan Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) yang disebabkan virus
Kerbau ngorok merupakan wabah yang rawan menyerang hewan ternak di sekitar aliran sungai.
"Peternak di sekitar aliran sungai perlu waspada. Di Kampar memang banyak peternak di sekitar aliran sungai," ujarnya.
Ia menambahkan, wabah Kerbau ngorok memiliki tren musiman.
Siklus kemunculan wabah ini sekitar lima tahun sekali. Tetapi dapat diatasi dengan perawatan.
"Ini lah yang sedang kita sosialisasikan. Bagaimana mengatasi wabah ngorok ini agar masyarakat tidak terlalu panik," tutur Deyus.