- Home
- Lingkungan
- Hujan Belum Lama Berlalu, Lahan 2,5 Ha di Desa Batu Belah Kampar Dilanda Kebakaran
Hujan Belum Lama Berlalu, Lahan 2,5 Ha di Desa Batu Belah Kampar Dilanda Kebakaran
Admin
Selasa, 13 Sep 2022 13:53
KAMPAR - Habis hujan, asap pun tiba. Pelesetan dari adagium ini, tampaknya cocok menggambarkan kebakaran hutan dan lahan di Desa Batu Belah Kecamatan Kampar.
Hujan belum lama berlalu, karhutla terjadi. Karhutla melanda sekitar 2,5 hektare di Desa Batu Belah, Kecamatan Kampar pada Senin (12/9/2022).
Berdasarkan informasi dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) pada Bada Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar, api mulai muncul pada pukul 13.30 WIB.
"Jenis lahan mineral. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kampar, Agustar melalui Kepala Pusdalops-PB, Adi Candra Lukita, Selasa (13/9/2022).
Candra mengatakan, lahan yang terbakar terdiri dari semak belukar dan perkebunan karet.
Pemilik lahan masih diselidiki oleh pihak berwenang.
Upaya pemadaman, melibatkan personil TNI, Polri, Satpol PP dan perangkat desa.
Pemadaman dilakukan dengan melakukan penyekatan (ploting) agar api tidak meluas.
"Api berhasil dipadamkan pada sore hari danbl dilakukan pendinginan," katanya.
Karhutla di Kampar Meningkat di Tahun 2022
Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan atau Karhutla di Kampar meningkat tahun 2022. Lahan seluas 139,4 hektare terbakar hingga 19 Juli 2022.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar, luas lahan terbakar akibat Karhutla di Kampar itu merupakan akumulasi dari 49 kasus.
Kasus terakhir Karhutla di Kampar yang tergolong paling besar di Desa Koto Tuo, Kecamatan XIII Koto Kampar.
Hujan yang belakangan turun amat membantu pengendalian dan penanganan Karhutla di Kampar.
Seperti upaya pemadaman sekitar 8 ha Karhutla di Kampar tepatnya di Desa Koto Tuo pada Selasa (19/7/2022) lalu.
Tim gabungan berjibaku memadamkan api. Petugas terpaksa menggunakan tangki punggung atau tangki gendong karena jauhnya sumber air dari lokasi Karhutla di Kampar.
Karhutla di Koto Tuo sempat mengganas. Kasus pertama di sekitar perbatasan Riau-Sumatera Barat itu dimulai Sabtu (16/7/2022). Berhasil dipadamkan Senin (18/7/2022).
Luas lahan yang terbakar 11 hektare.
Keesokan harinya, lokasinya bersebelahan dengan yang pertama. Kesulitan upaya pemadaman masih sama.
Beruntung hujan turun dan api padam. Totoal lahan seluas 19 ha di Koto Tuo terbakar dalam empat hari.
"Sejak hujan beberapa hari ini, Karhutla nihil. Aman dan terkendali," kata Kepala Pelaksana BPBD Kampar, Agustar melalui Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB), Adi Candra Lukita kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu (24/7/2022).
Selama maraknya Karhutla di Kampar tahun 2022, tak satupun berujung ke proses hukum.
Tak ada pelaku pembakaran yang terungkap selama Kepolisian Resor Kampar dipimpin AKBP Rido Purba dan Kepala Satuan Reserse Kriminal dijabat AKP Bery Juana Putra.
Kepala Satreskrim yang baru resmi menjabat sejak Selasa (16/7/2022), AKP Koko Ferdinand Sinuraya mengakui tidak ada penanganan Karhutla yang sedang berjalan.
"Belum ada. Kalau ada nanti dikabari melalui Humas ya," katanya kepada Tribunpekanbaru.com ketika dikonfirmasi Selasa (19/7/2022).
Pejabat Kapolres Kampar sudah berganti. Rido digantikan oleh AKBP. Didik Priyo Sambodo melalui surat mutasi yang dikeluarkan Kepala Polri pada 20 Juni 2022.
Berikut sebaran 49 kasus Karhutla berdasarkan kecamatan dan luas lahan 139,4 ha yang terbakar :
1. Salo 16 kasus
2. Bangkinang Kota 6 kasus
3. Tambang 6 kasus
4. XIII Koto Kampar 5 kasus
5. Kampar 4 kasus
6. Tapung 3 kasus
7. Kuok 2 kasus
8. Siak Hulu 2 kasus
9. Kampar Kiri Tengah 2 kasus.
10. Rumbio Jaya 1 kasus
11. Kampar Utara 1 kasus
12. Koto Kampar Hulu 1 kasus
Di 9 kecamatan lainnya nihil kasus. Terdiri dari, Bangkinang, Tapung Hulu, Tapung Hilir, Kampa, Perhentian Raja, Kampar Kiri, Kampar Kiri Hulu, Kampar Kiri Hilir dan Gunung Sahilan.
Luas lahan yang terbakar meningkat drastis dari 2021.
Sepanjang 2021, lahan yang terbakar seluas 55,034 ha dari jumlah kasus sebanyak 43.
Jumlah kasus tahun 2022 sudah lebih banyak meski masih hasil rekap hingga Juli.
Jumlah kasus Karhutla di Salo tahun 2021 juga mendominasi, yakni sebanyak 8 kasus.
Karhutla di Kampar khsusunys di Salo naik dua kali lipat masih di Juli 2022 dengan jumlah sebanyak 16 kasus.