Sabtu, 18 Apr 2026
  • Home
  • Lingkungan
  • Imbas Pandemi Corona, Ekonomi Masyarakat Rohil Kian Sulit

Imbas Pandemi Corona, Ekonomi Masyarakat Rohil Kian Sulit

admin
Senin, 13 Apr 2020 16:41
BAGANSIAPIAPI - Virus corona mulai berimbas kepada masyarakat Rokan Hilir. Nelayan, pedagang mulai kesulitan ekonomi. Mereka berharap agar kesulitan ini cepat berakhir sehingga bisa hidup normal seperti biasa. 

“Biasanya udang echo ada yang beli, kalau kelas A, Rp180.000 (perkilo gram, red), sekarang harga turun jadi Rp50.000, jadi orang tu (suaminya dan teman-teman, red) malas melaut,” keluh Iwesti, istri nelayan Sungai Bakau, Senin (13/4/20). 

Itu untuk hasil laut yang diekspor, kondisinya, pengumpul tidak sanggup lagi menampung hasil tangkapan nelayan. 

Sedangkan hasil laut yang tidak diekspor, kondisinya juga sama, ciput yang biasanya harga cukup tinggi, sekarang sangat rendah. “Jadi tak ada yang mencari lagi, harga rendah, dijualpun langsung dipinggir jalan, harganya sangat murah, kondisinya sepi, tak laku,” tambahnya lagi. 

Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, suaminya mencari madu dihutan yang ada dipinggir-pinggir sungai. “Kadang bisa dapat beberapa botol, itupun pembeli harus dia yang meras sendiri dari sarangnya, kalau kita yang peras, ngak mau dia,” ujarnya. 

Hal sama dialami Anto, pedagang es keliling, dirinya sudah lama tak berjualan, karena sepi. “Sudah lama tak jualan sepi, biasanya mangkal dekat Disdukcapil itu, untuk pegawai-pegawai, sekarang, berupaya jualan kembali karena butuh,” katanya. 

Memet, penjual nasi Uduk di Kecamatan Bangko mengaku penjualannya jauh menurun dari biasanya. “Biasanya kami tutup jam setengah 12 (malam, red), sekarang karena sepi, kami tutup jam 4 (subuh, red),” keluh memet. 

Iwesti, Anto dan memet berharap agar wabah corona cepat berakhir, agar mereka bisa hidup seperti biasanya dalam memenuhi kebutuhan keluarga.
Sumber: Riauterkini.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.