Minggu, 21 Jun 2026
  • Home
  • Lingkungan
  • Perbatasan Riau-Sumbar Membara, Hujan Deras Tak Berdampak? BPBD Kampar Ungkap Kendala

Perbatasan Riau-Sumbar Membara, Hujan Deras Tak Berdampak? BPBD Kampar Ungkap Kendala

Admin
Rabu, 20 Jul 2022 14:54
pekanbaru.tribunnews.com

KAMPAR - Berhasil dipadamkan, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sekitar perbatasan Provinsi Riau dan Sumatera Barat (Sumbar) kembali terjadi.

Lahan yang terbakar terkonsentrasi di Desa Koto Tuo Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau. 

Daerah itu terbakar, Selasa (19/7/2022).

Demikian diungkapkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar, Agustar melalui Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB), Adi Candra Lukita.

Terkait lahan yang terbakar akibat Karhutla itu, Adi Chandra memperkirakan luas kebakaran sekitar 8 hektare.

"Karhutla lagi di (desa) Koto Tuo," katany pada , Rabu (20/7/2022) pagi.

Adi Chandra mengatakan, lahan yang ditumbuhi semak belukar itu tiba-tiba mengeluarkan asap tebal pada Selasa siang.

Namun, personil pemadam mengalami kendala hingga tidak dapat segera mencapai lokasi.

Kawasan itu berbukit dan tak terjangkau kendaraan bermotor. Selain itu, pemadaman juga terkendala sumber air yang jauh.


"Medan berbukit dan sulitnya sumber air," kata Candra. Pemadaman cepat dengan water bombing menjadi satu-satunya harapan agar api tidak semakin meluas.


Ia mengatakan, sebagian wilayah Kampar memang diguyur hujan pada Rabu dini hari.

Tetapi belum dapat dipastikan, kondisi karhutla setelah hujan.

"Kita masih menunggu informasi memastikan apakah masih ada api atau sudah padam. Di lokasi tidak ada jaringan," ujarnya.

Sebelumnya, karhutla menghanguskan sekitar 11 hektare sejak Sabtu (16/7/2022.

Api baru berhasil dipadamkan dengan mengerahkan tangki punggung bermuatan 19 liter, Senin (18/7/2022).

Hanya berselang satu hari setelah karhutla pertama berhasil dipadamkan, kawasan itu kembali membara.

"Lokasi yang pertama 11 hektare bersebelahan dengan yang kedua," kata Candra.

Dua kasus di Desa Koto Tuo telah menghanguskan sekitar 19 hektare lahan.

Candra mengatakan, penyebab kebakaran sedang diselidiki pihak berwenang.

Di lokasi terdapat tanaman karet yang sudah ditumbangi.

Di sekitarnya, lahan sudah ditanami kelapa sawit yang masih muda.

Ada dugaan karhutla disengaja untuk membuka lahan perkebunan.

Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.