Selasa, 21 Apr 2026
  • Home
  • Lingkungan
  • Puluhan Hektare Sawah di Lebak Terendam, Petani Rugi Jutaan Rupiah

Lingkungan,

Puluhan Hektare Sawah di Lebak Terendam, Petani Rugi Jutaan Rupiah

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 07 Agu 2025 11:11
Berita satu.com
Puluhan hektare sawah milik petani di dua desa, yakni Desa Sukadaya dan Desa Tambakbaya yang terletak di Kecamatan Cikulur dan Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten, terendam banjir akibat buruknya sistem drainase pada saluran gorong-gorong milik Tol Serangâ€"Panimbang, Kamis (7/8/2025).

Akibat kondisi ini, tanaman padi membusuk dan para petani mengalami kerugian yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Berdasarkan pantauan Beritasatu.com pada Kamis (7/8/2025) pukul 07.43 WIB, air menggenangi puluhan hektare lahan pertanian. Air seharusnya mengalir ke saluran pembuangan, namun tersumbatnya gorong-gorong di seberang jalan tol menyebabkan sawah berubah seperti danau.
Salah satu petani, Rus (54), warga Kampung Sadang, Desa Sukadaya, Kecamatan Cikulur, mengatakan bahwa kondisi ini sudah terjadi sejak pembangunan jalan tol.

“Ini gara-gara jalan tol. Airnya jadi tidak lancar. Kayaknya gorong-gorong di seberang tol tidak diurus, jadi air tidak bisa turun. Akhirnya sawah kami kayak danau,” kata Rus kepada Beritasatu.com.

Ia juga menyebut hasil panen turun drastis hingga 70%. Saat ini seharusnya padi miliknya sudah mendekati masa berbuah, tetapi malah membusuk karena terus tergenang air. “Kalau tidak kena air, padi ini mestinya sudah berbuah. Tetapi karena genangan, jadi busuk. Hujan sebentar saja, air langsung naik,” keluhnya.

Rus memperkirakan luas sawah yang terdampak mencapai belasan hektare, bahkan beberapa petani hanya memiliki dua petak sawah yang seluruhnya gagal panen. “Banyak, kayaknya belasan hektare, malah lebih,” ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa masalah ini sudah dilaporkan ke perangkat desa. Ia meminta bantuan Khotib, seorang pegawai desa, untuk menyampaikan keluhan kepada kepala desa agar diteruskan ke pihak pengelola jalan tol. Namun hingga kini, belum ada tanggapan maupun upaya perbaikan.

“Pak Khotib bilang sudah dua kali laporan ke Pak Lurah, tapi belum ada tanggapan. Kami sudah capek. Baru dipupuk, hujan sebentar, tenggelam lagi. Boro-boro panen, lihat padinya saja tidak ada, air malah banyak,” katanya putus asa.

Keluhan serupa disampaikan Suryati (52), petani dari Kampung Sempur Dua, Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak. Ia mengaku sudah tiga kali menanam padi, tetapi selalu gagal karena sawahnya tergenang. “Air tidak jalan sejak ada tol. Sawah jadi limpasan air. Padi busuk semua. Rugi. Semua petani di sini merasakan,” ujar Suryati.

Para petani berharap agar pengelola Tol Serangâ€"Panimbang dan pemerintah daerah segera memperbaiki sistem drainase, terutama gorong-gorong yang menghubungkan area sawah dengan saluran pembuangan di seberang jalan tol.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum dapat dikonfirmasi. Meski sudah dihubungi melalui sambungan telepon, belum ada tanggapan yang diberikan.***(Berita satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Lingkungan
Berita Terkait
  • Senin, 20 Apr 2026 21:09

    Dasco Pimpin Langsung Raker Bersama Pemerintah Bahas RUU PPRT

    JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memimpin secara langsung rapat kerja (Raker) yang digelar Badan Legislasi (Baleg) DPR, bersama pemerintah dalam rangka membahas rancangan Undang-

  • Senin, 20 Apr 2026 20:55

    DPR Usul Program MBG Masuk dalam Undang-Undang

    JAKARTA â€" Wacana penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan peran Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mencuat di tengah dinamika kebijakan publik nasional. Program tersebut dinilai perlu di

  • Senin, 20 Apr 2026 20:46

    Longsor TPST Bantargebang Tewaskan 7 Orang, Eks Kadis LH DKI Ditetapkan Tersangka

    JAKARTA â€" Aparat penegak hukum lingkungan menetapkan mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, berinisial AK sebagai tersangka dalam perkara pengelolaan TPST Bantargebang.Insid

  • Senin, 20 Apr 2026 20:42

    Bahlil Ancam Rumahkan ASN yang Hambat Investasi Sektor Energi

    JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah mempercepat realisasi investasi di sektor energi. Ia bahkan mengancam akan 'merumahkan

  • Senin, 20 Apr 2026 20:15

    Ketahanan Pangan dan Energi, RI Siapkan Hilirisasi Ubi Kayu

    JAKARTA - Program pengembangan dan hilirisasi komoditas ubi kayu dipersiapkan. Hal ini untuk mendukung agenda pemerintah yaitu program ketahanan pangan dan energi nasional.  Progra

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.