- Home
- Lingkungan
- Warga Ketakutan Saat 3 Ekor Gajah Liar Tetiba Muncul Rusak Kebun Di Desa Kemang Pelalawan
Warga Ketakutan Saat 3 Ekor Gajah Liar Tetiba Muncul Rusak Kebun Di Desa Kemang Pelalawan
Admin
Kamis, 28 Jul 2022 09:28
PELALAWAN- Gajah liar kembali merusak kebun milik masyarakat di Kabupaten Pelalawan, Riau pada Selasa (26/7/2022) sore lalu. Kali ini binatang bertubuh besar itu muncul di Desa Kemang Kecamatan Pangkalan Kuras.
Ada tiga sektor gajah liar yang masuk ke perkebunan sawit milik warga dan merusak tanaman yang ada.
Tak hanya sawit yang dimakan, tumbuhan lain di perladangan penduduk juga menjadi sasaran satwa yang dilindungi itu.
Alhasil belasan masyarakat Desa Kemang bersama pemerintah desa dan personil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) turun ke lokasi untuk memantau kondisi terkini.
"Warga mengetahui sejak sore kemarin. Jadi kami bersama-sama turun ke kebun yang dirusak gajah itu," ungkap Ketua Komisi lll Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pelalawan, Carles S.Sos kepada tribunpekanbaru.com, Rabu (27/7/2022).
Anggota DPRD asal Desa Kemang ini melihat langsung sawit dan tanaman lain yang dirusak gajah.
Mereka juga menemukan kotoran hewan berbelalai itu di sekitar kebun yang dirusak dan dimakan.
Namun warga dan personil BPBD tidak menemukan maupun melihat wujud gajah tersebut.
Selanjutnya, personil BPBD menerbangkan drone untuk memantau keberadaan gajah yang diduga meluluhlantakkan perkebunan penduduk.
Gajah tampak bergerak terus sambil memakan tanaman yang dijadikan pakannya.
Mulai dari perkebunan warga masuk ke kebun perusahaan serta kawasan hutan yang ada.
Warga berjaga-jaga dan mengalami gajah agar menjauh dari perkebunan.
"Kami teriak-teriak aja supaya gajahnya pergi. Kasihan warga kami, kebunnya rusak semua. Dari tadi malam dijaga terus," tambah mantan Kepala Desa (Kades) Kemang ini.
Warga semakin resah melihat kerusakan yang timbul akibat gajah liar tersebut.
Sebagian masyarakat juga ketakutan jika bertemu dengan binatang bernama latin Elephas Maximus ini di kebun.
Bahkan satu keluarga yang sebelumnya tinggal di sebuah pondok kebun, diungsikan ke rumah warga lainnya karen kuatir dengan gangguan gajah itu.
"Kami sudah laporkan ke BKSDA Riau, tapi belum turun sampai sekarang," tandas Politisi PDI Perjuangan.
Pelaksana tugas (Plt) Kalaksa BPBD Pelalawan, Musa S.Pd membenarkan adanya gangguan gajah di Desa Kemang. Pihaknya menurunkan tim ke lokasi untuk menghalau gajah tersebut. Lantaran tidak terlihat secara langsung, drone dinaikan dan terlihat satwa itu sedang berjalan.
"Ada 3 ekor gajah yang muncul, dua dewasa dan satu anakan. Lokasinya berpindah-pindah terus," beber Musa.
Pihaknya menduga gajah liar yang muncul merupakan gajah yang berpindah dari Desa Rantau Baru dan Desa Kuala Terusan.
Pasalnya, ada tiga ekor gajah liar yang berkaitan di dua desa di Kecamatan Pangkalan Kerinci tersebut.
Sudah dua bulan konflik gajah warga di Kuala Terusan dan Rantau Baru yang tak kunjung bisa diselesaikan.
Bahkan tim gabungan dari pemerintah kecamatan, warga, petani, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau hingga Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) juga sudah beberapa kali turun ke lokasi.
Namun gajah liar itu masih berkeliaran di kebun warga dan belum kembali ke habitatnya.