Nasional
HIPMI Minta Cabut 54 Daftar Negatif Investasi
Laporan : Hendra Dedi Syahbudi
Rabu, 21 Nov 2018 11:36
Himbauan Hipmi tersebut menyusul dikeluarkannya tiga paket kebijakan eknomi pemerintah jilid XVIyakni pertama paket perluasan fasilitas pengurangan pajak penghasilan badan atau Tax Holiday. Kedua, peningkatan Devisa Hasil Exspor (DHE) hasil sumber daya alam dan penarikan 54 item DNI.
"Untuk Tax Holiday dan DHE, Hipmi setuju. Tapi untuk penarikan Daftar Negatif Investasi apa pun alasanya, Hipmi tidak setuju," ujar Bahlil di Jakarta, Selasa (20/11/2018).
Bahlil menjelaskan, pertama Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), itu adalah pahlawan terakhir yang menjaga perekonomian nasional. Hal itu terbukti pada tahun 1998 ketika krisis ekonomi melanda, yang menyelamatkan ekonomi Indonesia itu adalah UMKM, "UMKM pahlawan terakhir bagi perekonomian Nasional," urai Bahlil yang juga Pendiri dan Ketua Dewan Pembina Relawan Pengusaha Muda Nasional Pendukung Jokowi-Maruf Amin (Repnas).
Lanjut Bahlil, kedua, Hipmi menilai bahwa Kementerian teknis yang membuat keputusan itu tidak sejalan dengan arah kebijakan Presiden Jokowi. Sebab menurut Bahlil, Presiden Joko Widodo pro terhadap UMKM. Ia meyakini Presiden Joko Widodo punya keberpihakan pada UMKM. "Jadi para pejabat, oknum-oknum pejabat itu, jangan melakukan sesuatu yang pada akhirnya orang mengangap bahwa pak Jokowi lah yang salah," terang Bahlil
Bahlil mencurigai, Kementerian terkait tidak berkoordinasi dengan Presiden Joko Widodo sebelum mengeluarkan pengumuman masalah 54 daftar negatif investasi. Artinya apa yang dilakukan oleh Kementrian teknis itu bertentangan dan diduga tanpa melalui kordinasi teknis khusus bagian DNI. "Ini kecurigaan saya, sehingga menurut saya hal ini perlu dicabut." Tegas Bahlil.
Bahlil mencotohkan bukti keberpihakan Presiden Joko Widodo terhadap UMKM adalah
pemerintah telah menurunkan bunga dari 22 persen menjadi 7 persen, membuat
Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa agunan dari 5 juta meningkat menjadi 25 juta,
selain itu, Presiden Jokowi juga membuat tarif pajak dari 1 persen menjadi 0,5
persen bagi UMKM.
"Pak Jokowi itu sangat pro UMKM jadi sangat tidak mungkin kemudian kebijakan DNI itu pak Jokowi tau, pasti tidak tau," ulas Bahlil.
Kemudian yang ketiga menurut Bahlil, Negara harus hadir untuk mengayomi para UMKM dari serangan investor asing. Hipmi merasa terpanggil, sebab anggota Hipmi itu 98 persen UMKM. "Saya ini pernah UMKM, kalau yang lain ngomong UMKM saya gak tau meraka pernah UMKM atau gak. Klau saya pernah bekerja dengan omzet 60 juta, saya pernah merasakan itu, pada tahun 2002-2003. Jadi sekali lagi Hipmi menghimbau agar segera mencabut poin kebjiakan paket XVI pada daftar negatif investasi," kata Bahlil.(jok)
nasional
Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup
Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia
Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.
Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr
Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya
JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun
Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas
SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.
JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta