Sabtu, 16 Mei 2026
- Home
- Internasional
- AS Tiba-tiba Batalkan Pengerahan 4.000 Tentara ke Negara NATO Polandia, Ada Apa?
AS Tiba-tiba Batalkan Pengerahan 4.000 Tentara ke Negara NATO Polandia, Ada Apa?
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 16 Mei 2026 11:34
Amerika Serikat (AS) tiba-tiba membatalkan rencana pengerahan 4.000 tentara ke negara NATO; Polandia. Pembatalan ini diungkap para pejabat Amerika pada hari Jumat, seiring Washington mengatur ulang pasukannya di Eropa setelah mengumumkan akan menarik ribuan pasukan dari Jerman.
"Kepala Komando Eropa AS telah menerima instruksi tentang pengurangan pasukan," kata Jenderal Christopher LaNeve, penjabat Kepala Staf Angkatan Darat AS, selama sidang Kongres ketika ditanya tentang pembatalan pengerahan ribuan tentara ke Polandia.
"Saya telah bekerja sama dengannya dalam konsultasi erat tentang unit pasukan itu, dan itu paling masuk akal bagi brigade itu untuk tidak melakukan penempatannya di medan perang," kata LaNeve, merujuk pada Tim Tempur Brigade Lapis Baja ke-2.
Beberapa elemen unit tersebut telah dikirim ke luar negeri dan peralatannya sedang dalam perjalanan, menurut jenderal tersebut, yang mengatakan perintah untuk membatalkan penempatan itu berasal dari kantor Menteri Perang Pete Hegseth.
Sekretaris Angkatan Darat Dan Driscoll, yang bersaksi di Kongres bersama LaNeve, mengatakan penempatan itu dibatalkan beberapa hari yang lalu.
Anggota Parlemen dari Partai Republik, Don Bacon, mengatakan Polandia tidak diberitahu sebelumnya.
"Mereka menghubungi saya kemarin. Mereka tidak tahu, mereka terkejut," kata Bacon selama sidang Kongres, menggambarkan pembatalan penempatan tersebut sebagai "tercela" dan "memalukan bagi negara kita."
Marilyn Strickland, Anggota Parlemen dari Partai Demokrat, juga mengkritik langkah tersebut. "Ketika kita menarik begitu banyak pasukan, itu menunjukkan bahwa kita bukanlah sekutu yang dapat diandalkan," katanya.
Pada awal bulan ini, Pentagon mengumumkan bahwa Washington akan menarik 5.000 pasukan dari Jerman. Juru bicara Pentagon Sean Parnell mengatakan penarikan tersebut diperkirakan akan selesai dalam enam hingga 12 bulan ke depan.
Seteru soal Perang Iran
Pengumuman itu muncul selama perselisihan sengit antara Donald Trump dan Kanselir Jerman Friedrich Merz mengenai perang AS-Israel melawan Iran, dan presiden AS kemudian mengatakan pengurangan pasukan akan "jauh lebih banyak dari 5.000", tanpa memberikan rincian.
Menteri Pertahanan Polandia Wladyslaw Kosiniak-Kamysz menyatakan bahwa pembatalan penempatan 4.000 tentara AS ke negaranya mungkin terkait dengan penarikan pasukan dari Jerman.
"Jika brigade selain yang direncanakan semula dikirim ke Polandiaâ€"mungkin brigade dari Jermanâ€"dan 5.000 tentara meninggalkan Jerman menuju Polandia... tidak ada perubahan pada jaminan keamanan," kata Kosiniak-Kamysz kepada wartawan.
Trump telah mengancam akan mengurangi jumlah pasukan AS di Jerman dan sekutu Eropa lainnya selama kedua masa jabatannya di Gedung Putih, dengan mengatakan bahwa dia ingin Eropa mengambil tanggung jawab yang lebih besar untuk pertahanannya daripada bergantung pada Washington.
Sekarang dia tampaknya bertekad untuk menghukum sekutu yang gagal mendukung perang Timur Tengah atau berkontribusi pada pasukan penjaga perdamaian di jalur perairan Selat Hormuz yang penting, yang secara efektif telah ditutup oleh pasukan Teheran.
Seorang pejabat NATO mengatakan kepada AFP, "Kami tahu bahwa AS sedang berupaya menyesuaikan posisinya di Eropa."
"Fokus pada pasukan rotasi tidak akan berdampak pada rencana pencegahan dan pertahanan NATO. Dan kita sudah melihat peningkatan kehadiran di sayap timur dari Kanada dan Jermanâ€"yang semuanya berkontribusi pada NATO yang lebih kuat secara keseluruhan," imbuh pejabat itu, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (16/5/2026).(okezone).
Sumber: https://mpi.okezone.com/article/sindonews/1707403
komentar Pembaca