20 Pesawat Siap Guyur Asap di Lima Provinsi
Sabtu, 05 Sep 2015 15:46
Salah satunya, operasi pemadaman lewat udara (water bombing) menjadi pilihan. Bahkan 20 pesawat telah disiapkan.
Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Bambang Hendroyono mengatakan Kementrian Perhubungan mengoordinasikan tidak ada lagi kendala perizinan pesawat.
Selain melalui udaram, pemadaman melalui darat juga terus dilakukan dengan modifikasi cuaca. Diprediksi titik api akan bertambah.
"Kita sudah sepakat, gubernur akan mejadi penanggung jawab di daerah dan menjadi penentu operasi dan didukung oleh Pangdam dan Kapolda berserta jajarannya. Di tingkat pusat Kementerian LHK akan menjadi koordinator didukung oleh Panglima TNI dan Kapolri," katanya usai rapat koordinasi di Kementrian LHK, Sabtu (5/9/2015).
Pesona Batik Motif Bakar Tongkang Karya Miskiah Angkat Budaya Rokan Hilir ke Kancah Nasional
BAGANSIAPIAPI - Perayaan Festival Ekraf Pesona Beapi Besenergi Kawasan Qris yang memeriahkan event Bakar Tongkang di Bagansiapiapi sukses menarik perhatian masyarakat luas. Dari 35 stand bazar yang me
Wawako Pekanbaru: Belum Ada Obat Penyembuh HIV, Deteksi Dini Jadi Kunci
PEKANBARU â€" Pemerintah Kota Pekanbaru mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan HIV apabila merasa berisiko terpapar. Hingga kini belum ada obat yang dapat menyembuhkan infeksi HIV, seh
Korpus BEM se-Riau Apresiasi Berbagai Program Strategis Polda Riau
PEKANBARU - Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli 2026 menjadi momentum bagi berbagai elemen masyarakat untuk memberikan apresiasi terhadap kinerja Kepolisian Republik Indonesia. Salah satunya
Harapan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di HUT ke-80 Polri: Terus Reformasi Diri dan Jangan Cepat Puas
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai Polri merupakan salah satu institusi negara yang paling sering menjadi sorotan dan menerima kritik dari masyarakat. Namun di tengah berbagai evaluasi tersebut,
Surplus Dagang Ri 72 Bulan Akhirnya Terhenti, Kini Defisit USD 1,61 Miliar
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar USD 1,61 miliar pada Mei 2026. Catatan ini membuat tren surplus neraca perdagangan selama 72 bulan bertur