Jumat, 24 Apr 2026
  • Home
  • Nasional
  • 71.000 Perempuan di Indonesia Ingin Childfree, Tiga Alasan Ini Penyebabnya

Nasional,

71.000 Perempuan di Indonesia Ingin Childfree, Tiga Alasan Ini Penyebabnya

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 13 Agu 2025 08:40
cakaplah.com
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Wihaji mengungkapkan, ada sekitar 71.000 perempuan di Indonesia yang menyatakan keinginan untuk tidak memiliki anak atau childfree.

"Data menunjukkan ada sebanyak 71.000 perempuan Indonesia ingin childfree. Ingin ya, tetapi saya meyakini walaupun ingin, insyaallah tidak dilakukan," ujar Wihaji, Selasa (12/8/2025).

Wihaji menuturkan, berdasarkan hasil diskusinya dengan sejumlah perempuan yang memilih untuk tidak memiliki anak, terlihat ada tiga alasan utama yang mendasari keputusan tersebut.

"Pertama, karena alasan ekonomi. Mereka memikirkan bagaimana pengasuhan anaknya nanti, termasuk biaya menggaji pengasuh," jelasnya.

Alasan kedua, adalah terkait karier. Banyak perempuan yang merasa harus terpaksa meninggalkan pekerjaan setelah memiliki anak karena keterbatasan dukungan pengasuhan yang memadai.

Sementara itu, alasan ketiga berkaitan dengan perubahan nilai-nilai dan pergeseran pandangan tentang kebahagiaan.

"Ada juga faktor peradaban baru. Kebahagiaan sekarang tidak harus dengan anak, tetapi bergeser. Ada yang merasa lebih bahagia dengan aktivitas lain, bahkan mengasuh boneka," tambahnya.

Menanggapi fenomena tersebut, Wihaji menegaskan tentunya pemerintah tidak tinggal diam. Ia menilai, pilihan untuk childfree bukanlah solusi ideal bagi masa depan bangsa Indonesia. Namun ia menekankan, hal ini harus dipahami dan direspons dengan kebijakan yang tepat.

“Prinsipnya, saya meyakini untuk Indonesia yang namanya childfree itu bukan pilihan. Tetapi sebagai pemerintah kami harus hadir menjawab keresahan para perempuan,” kata Wihaji.

Sebagai salah satu upaya menanggapi persoalan tersebut, BKKBN meluncurkan program taman asuh sayang anak (Tamasya) yang bertujuan menyediakan fasilitas penitipan anak yang aman dan terjangkau bagi para ibu bekerja.

“Kalau perempuan bekerja ini takut tidak ada yang mengasuh anaknya, kami buatkan taman penitipan anak (TPA) dalam program Tamasya ini. Termasuk untuk memastikan perempuan yang bekerja tetap bisa bekerja pada saat memiliki anak,” jelas Wihaji.

Program ini juga melibatkan kerja sama lintas kementerian, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup. Setiap korporasi yang bergerak di sektor lingkungan, seperti perusahaan sawit, diwajibkan memiliki fasilitas Tamasya sebagai bagian dari syarat perizinan dan tanggung jawab sosial. Sehingga anak-anak tetap mendapatkan haknya untuk memperoleh pola asuh dari orang tuanya meski ayah atau ibunya bekerja.

Sementara itu, bagi pekerja swasta juga akan mendapatkan akses yang sama. BKKBN dan Kementerian Lingkungan Hidup akan mewajibkan perusahaan dapat memberikan fasilitas Tamasya.

“Terutama pabrik-pabrik yang pekerjanya banyak perempuan, kami minta untuk disiapkan program Tamasya. Mungkin ada yang berbayar, dan kami menghormati itu,” pungkasnya.***(Cakaplah.com)
Sumber: cakaplah.com

nasional
Berita Terkait
  • Kamis, 23 Apr 2026 08:24

    KAMPAK Rohil Kembali Protes, Pertanyakan Kinerja Aparat Rohil

    Rokan Hilir-Koalisi Aksi Mahasiswa Pemuda Anti Kriminal Rokan Hilir (KAMPAK Rohil) kembali melakukan aksi protes dengan membentangkan empat spanduk di sejumlah titik strategis pada Rabu (22/04/2026).A

  • Kamis, 23 Apr 2026 08:04

    Kapolda Riau Tekankan Pendekatan Humanis, Kunci Bangun Kepercayaan Publik di Era Digital

    Pekanbaru-Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan bahwa kunci utama membangun kepercayaan publik terhadap Polri terletak pada pendekatan yang humanis dan komunikasi yang efektif di tengah derasny

  • Minggu, 19 Apr 2026 11:30

    Dua Paket Sabu Disita, Polres Dumai Ringkus Tersangka di Bukit Kapur

    DUMAI - Berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas transaksi narkotika, Satuan Reserse Narkoba Polres Dumai bergerak cepat hingga berhasil mengungkap kasus peredaran sabu di wila

  • Jumat, 17 Apr 2026 20:14

    Mahasiswa Geruduk Polres Rohil Minta Copot Kapolres Rohil

    UJUNGTANJUNG-Sekitara 50 gabungan Mahasiswa Rohil mengadakan aksi unjuk Rasa Kamis (17-4-2026) di dipan Mapolres Rokan Hilir.Mahasiswa bergerak dari Kota Bagansiapiapi sekitar pukul 14.00 Wib dan samp

  • Jumat, 17 Apr 2026 11:57

    Satres Narkoba Polres Dumai Amankan Paket Sabu Dari Dua Tempat Yang Berbeda

    DUMAI-Gerak cepat aparat Satres Narkoba Polres Dumai kembali membuahkan hasil dalam pengungkapan kasus peredaran narkotika di wilayah Dumai Selatan. Berdasarkan laporan masyarakat yang ditindaklanjuti

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.