Jumat, 12 Jun 2026
  • Home
  • Nasional
  • 71.000 Perempuan di Indonesia Ingin Childfree, Tiga Alasan Ini Penyebabnya

Nasional,

71.000 Perempuan di Indonesia Ingin Childfree, Tiga Alasan Ini Penyebabnya

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 13 Agu 2025 08:40
cakaplah.com
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Wihaji mengungkapkan, ada sekitar 71.000 perempuan di Indonesia yang menyatakan keinginan untuk tidak memiliki anak atau childfree.

"Data menunjukkan ada sebanyak 71.000 perempuan Indonesia ingin childfree. Ingin ya, tetapi saya meyakini walaupun ingin, insyaallah tidak dilakukan," ujar Wihaji, Selasa (12/8/2025).

Wihaji menuturkan, berdasarkan hasil diskusinya dengan sejumlah perempuan yang memilih untuk tidak memiliki anak, terlihat ada tiga alasan utama yang mendasari keputusan tersebut.

"Pertama, karena alasan ekonomi. Mereka memikirkan bagaimana pengasuhan anaknya nanti, termasuk biaya menggaji pengasuh," jelasnya.

Alasan kedua, adalah terkait karier. Banyak perempuan yang merasa harus terpaksa meninggalkan pekerjaan setelah memiliki anak karena keterbatasan dukungan pengasuhan yang memadai.

Sementara itu, alasan ketiga berkaitan dengan perubahan nilai-nilai dan pergeseran pandangan tentang kebahagiaan.

"Ada juga faktor peradaban baru. Kebahagiaan sekarang tidak harus dengan anak, tetapi bergeser. Ada yang merasa lebih bahagia dengan aktivitas lain, bahkan mengasuh boneka," tambahnya.

Menanggapi fenomena tersebut, Wihaji menegaskan tentunya pemerintah tidak tinggal diam. Ia menilai, pilihan untuk childfree bukanlah solusi ideal bagi masa depan bangsa Indonesia. Namun ia menekankan, hal ini harus dipahami dan direspons dengan kebijakan yang tepat.

“Prinsipnya, saya meyakini untuk Indonesia yang namanya childfree itu bukan pilihan. Tetapi sebagai pemerintah kami harus hadir menjawab keresahan para perempuan,” kata Wihaji.

Sebagai salah satu upaya menanggapi persoalan tersebut, BKKBN meluncurkan program taman asuh sayang anak (Tamasya) yang bertujuan menyediakan fasilitas penitipan anak yang aman dan terjangkau bagi para ibu bekerja.

“Kalau perempuan bekerja ini takut tidak ada yang mengasuh anaknya, kami buatkan taman penitipan anak (TPA) dalam program Tamasya ini. Termasuk untuk memastikan perempuan yang bekerja tetap bisa bekerja pada saat memiliki anak,” jelas Wihaji.

Program ini juga melibatkan kerja sama lintas kementerian, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup. Setiap korporasi yang bergerak di sektor lingkungan, seperti perusahaan sawit, diwajibkan memiliki fasilitas Tamasya sebagai bagian dari syarat perizinan dan tanggung jawab sosial. Sehingga anak-anak tetap mendapatkan haknya untuk memperoleh pola asuh dari orang tuanya meski ayah atau ibunya bekerja.

Sementara itu, bagi pekerja swasta juga akan mendapatkan akses yang sama. BKKBN dan Kementerian Lingkungan Hidup akan mewajibkan perusahaan dapat memberikan fasilitas Tamasya.

“Terutama pabrik-pabrik yang pekerjanya banyak perempuan, kami minta untuk disiapkan program Tamasya. Mungkin ada yang berbayar, dan kami menghormati itu,” pungkasnya.***(Cakaplah.com)
Sumber: cakaplah.com

nasional
Berita Terkait
  • Jumat, 05 Jun 2026 09:49

    "Gunakan Manajemen Peternakan Modern", Pesan Bhabinkamtibmas Polres Inhu Untuk Ketahanan Pangan

    INHU-Upaya mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional terus dilakukan jajaran Polres Indragiri Hulu (Inhu) melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat. Salah satunya dilakukan oleh p

  • Rabu, 03 Jun 2026 09:46

    Swasembada Pangan, Bhabinkamtibmas Polres Inhu Sambangi Petani Jagung Menulis

    INHU - Upaya mendukung program swasembada dan ketahanan pangan nasional terus dilakukan jajaran Polres Indragiri Hulu (Inhu). Melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di desa binaan, kepolisian hadir membe

  • Senin, 01 Jun 2026 18:53

    Panglima TNI Hadiri Upacara Pemakaman Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu

    Jakarta-Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Wakil Panglima TNI beserta para Kepala Staf Angkatan menghadiri upacara pemakaman militer Menteri Pertahanan Republik Indonesia periode 2014 s.

  • Sabtu, 30 Mei 2026 11:58

    Satres Narkoba Polres Dumai Gulung Dua Pengedar, 68 Paket Sabu dan Ekstasi Disita Sebagai Barang Bukti

    DUMAI-Komitmen Polres Dumai dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya kembali membuahkan hasil. Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Dumai yang dipimpin langsung oleh Ipda Rico Salom

  • Sabtu, 23 Mei 2026 09:42

    Simpan Sabu Dalam Bra, Gerombolan Pelaku Penyalahgunaan Narkotika Dibekuk Polsek Peranap

    INHU - Peredaran narkotika kembali menjadi perhatian serius aparat penegak hukum di Kabupaten Indragiri Hulu. Kali ini, jajaran Polsek Peranap berhasil membongkar dugaan jaringan penyalahgunaan narkot

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.