Minggu, 17 Mei 2026

Amien Rais: Freeport Menjadi Kanker Indonesia

Jumat, 18 Des 2015 08:27
YOGYAKARTA - Tokoh nasional Amien Rais memiliki pandangan terkait operasional perusahaan asing PT Freeport Indonesia di Papua. Bahkan, pandangan itu sudah lama dipikirkan bapak reformasi ini.

"Saya punya pendapat, sudah saya pikir lama ini tentang freeport," katanya usai menghadiri peluncuran buku berjudul 'Malam Malam Terang' karya Tasniem Rais & Ridho Rahmadi (Anak dan menantunya) di Toko Buku Togamas, Jalan Affandi Gejayan Yogyakarta.

Amien melihat PT Freeport seperti penyakit kanker ganas untuk perekonomian Indonesia. "Freeport itu adalah parasit, benalu, dan bahkan sudah menjadi kanker ekonomi buat bangsa," katanya.

Jadi, lanjut Amien, Freeport ini berusaha untuk mencapai tujuan dengan segala cara ditempuh. Amien membeberkan beberapa hal seperti, pengrusakan lingkungan hidup di muka bumi. "Freeport ngemplang pajak mungkin ribuan triliun sejak tahun 1967," katanya.

Kemudian, kata Amien, juga terjadi banyak kasus pelanggaran HAM. Ratusan orang Papua ditembaki oleh satpam Freeport karena mengais rejeki satu dua gram emas dilimbah perusahan. "Freeport selalu berusaha menyogok petinggi TNI atau Polri atau Pejabat Tinggi seolah-olah menjebak," katanya.

Jadi, menurut Amien, saat ini waktu yang tepat untuk mengatakan cukup sudah pada perusahaan itu. Tidak perlu lagi kata perpanjangan kontrak karena sudah selesai. "Tapi kalau nanti Pak Jokowi masih memperpanjang lagi kontrak, berarti bangsa ini masih akan menjadi budak," tegasnya.

Amien berharap Presiden Jokowi memiliki terobosan baru dengan menyudahi kontrak dengan PT Freeport. Belum ada Presiden, mulai Soeharto hingga Susilo Bambang Yudhoyono berani menyudahi kontrak dengan PT Freeport. "Siapa tahu Pak Jokowi ini berani. Kalau berani, 90 persen rakyat di belakangnya (membela presiden jokowi)," ujarnya.

"Jadi caranya, tanpa melanggar hukum internasional dengan mengatakan; hai Freeport, kami tidak akan memperpanjang kontrak, selesai sudah," katanya.

Sebelum berpisah dengan Freeport, lanjut Amien, harus dikalkulasi kerugian. Freeport juga harus membayar untuk pemulihan lingkungan yang sudah hancur.

"Jadi tidak boleh misal maling ketangkap dilepas begitu saja, tapi kembalikan dulu," katanya.

(okezone.com)
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:37

    Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

    Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:23

    Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.

    Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr

  • Sabtu, 16 Mei 2026 15:03

    Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya

    JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:51

    Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

    SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:36

    Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.

    JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.