Senin, 06 Jul 2026

Amien Rais: Freeport Menjadi Kanker Indonesia

Jumat, 18 Des 2015 08:27
YOGYAKARTA - Tokoh nasional Amien Rais memiliki pandangan terkait operasional perusahaan asing PT Freeport Indonesia di Papua. Bahkan, pandangan itu sudah lama dipikirkan bapak reformasi ini.

"Saya punya pendapat, sudah saya pikir lama ini tentang freeport," katanya usai menghadiri peluncuran buku berjudul 'Malam Malam Terang' karya Tasniem Rais & Ridho Rahmadi (Anak dan menantunya) di Toko Buku Togamas, Jalan Affandi Gejayan Yogyakarta.

Amien melihat PT Freeport seperti penyakit kanker ganas untuk perekonomian Indonesia. "Freeport itu adalah parasit, benalu, dan bahkan sudah menjadi kanker ekonomi buat bangsa," katanya.

Jadi, lanjut Amien, Freeport ini berusaha untuk mencapai tujuan dengan segala cara ditempuh. Amien membeberkan beberapa hal seperti, pengrusakan lingkungan hidup di muka bumi. "Freeport ngemplang pajak mungkin ribuan triliun sejak tahun 1967," katanya.

Kemudian, kata Amien, juga terjadi banyak kasus pelanggaran HAM. Ratusan orang Papua ditembaki oleh satpam Freeport karena mengais rejeki satu dua gram emas dilimbah perusahan. "Freeport selalu berusaha menyogok petinggi TNI atau Polri atau Pejabat Tinggi seolah-olah menjebak," katanya.

Jadi, menurut Amien, saat ini waktu yang tepat untuk mengatakan cukup sudah pada perusahaan itu. Tidak perlu lagi kata perpanjangan kontrak karena sudah selesai. "Tapi kalau nanti Pak Jokowi masih memperpanjang lagi kontrak, berarti bangsa ini masih akan menjadi budak," tegasnya.

Amien berharap Presiden Jokowi memiliki terobosan baru dengan menyudahi kontrak dengan PT Freeport. Belum ada Presiden, mulai Soeharto hingga Susilo Bambang Yudhoyono berani menyudahi kontrak dengan PT Freeport. "Siapa tahu Pak Jokowi ini berani. Kalau berani, 90 persen rakyat di belakangnya (membela presiden jokowi)," ujarnya.

"Jadi caranya, tanpa melanggar hukum internasional dengan mengatakan; hai Freeport, kami tidak akan memperpanjang kontrak, selesai sudah," katanya.

Sebelum berpisah dengan Freeport, lanjut Amien, harus dikalkulasi kerugian. Freeport juga harus membayar untuk pemulihan lingkungan yang sudah hancur.

"Jadi tidak boleh misal maling ketangkap dilepas begitu saja, tapi kembalikan dulu," katanya.

(okezone.com)
nasional
Berita Terkait
  • Senin, 06 Jul 2026 16:29

    â Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PGN Garap Potensi CBM Tanjung Enim 9,7 TCF

    PAGARDEWAâ€" PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina berkomitmen penuh dalam optimalisasi pemanfaatan potensi gas domestik guna mendukung penguatan ketahanan energ

  • Senin, 06 Jul 2026 16:28

    Menaker dan Manajemen TikTok Gelar Pertemuan Usai Isu PHK di Tokopedia, Bagaimana Hasilnya?

    Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli telah melakukan pertemuan dengan manajemen TikTok dan Tokopedia untuk membahas isu yang berkembang terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) di kedua perusahaan tersebu

  • Senin, 06 Jul 2026 16:04

    Setahun Pasca Dirawat, Gajah Sumatera Berusia 60 Tahun di Tesso Nilo Kembali Aktif

    PEKANBARU -Kondisi seekor Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) betina berusia 60 tahun yang hidup liar di Kantong Gajah Tesso Tenggara, Kabupaten Pelalawan, dipastikan dalam keadaan stabil.Satw

  • Senin, 06 Jul 2026 16:00

    DPRD Pekanbaru Soroti Lemahnya Pengawasan Tempat Hiburan Malam

    PEKANBARU �" Komisi I DPRD Kota Pekanbaru menilai pengawasan terhadap tempat hiburan malam di Kota Pekanbaru masih belum berjalan maksimal. Indikasinya, masih ditemukan tempat hiburan yang diduga be

  • Senin, 06 Jul 2026 15:45

    Perda Tanah Ulayat Riau Disiapkan, DPRD Bidik Penyelesaian Konflik Agraria dan Berantas Mafia Tanah

    PEKANBARU â€" DPRD Riau melalui Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Tanah Ulayat mulai membahas regulasi yang diharapkan menjadi solusi atas berbagai persoalan agrari

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor