Minggu, 17 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Angka Pengangguran di Indonesia Tertinggi se-ASEAN

Angka Pengangguran di Indonesia Tertinggi se-ASEAN

Minggu, 29 Nov 2015 09:40

JAKARTA - Indonesia dituntut mempersiapkan diri secara matang dalam menghadapi tantangan global ke depan. Jika tidak, maka akan berdampak bukan hanya dari hal kesejahteraan rakyat, tetapi juga berpotensi menimbulkan konflik, bahkan perusakan kultural.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Tantowi Yahya, mengakui, kesiapan Indonesia dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) masih sangat minim. Padahal, diyakini, Indonesia akan menjadi pasar utama bagi berbagai produk dan jasa dari negara anggotanya.

"Jangan sampai kita jadi bulan-bulanan, dikepung dan dibanjiri oleh produk-produk mereka tanpa kita mendapatkan manfaat," kata Tantowi dalam seminar umum bertema 'MEA: Antara Nasionalisme dan Pasar Bebas Tenaga Kesehatan' di Universitas MH Thamrin, Jakarta, Sabtu (28/11/2015).

Menurutnya, dari jumlah penduduk anggota MEA, sebanyak 43 persennya ada di Indonesia. Tidak heran jika Indonesia akan menjadi pasar utama yang besar untuk arus barang dan investasi.

Pada seminar yang digagas Developing Countries Studies Center (DCSC) dan Universitas MH Thamrin, ini Tantowi juga menjelaskan, jika tidak ada persiapan matang untuk menghadapi tantangan itu maka justru akan menciptakan risiko ketenagakerjaan bagi negeri ini. Mengingat tenaga kerja nasional masih kalah bersaing.

"Pengangguran di Indonesia tertinggi di antara 10 negara Asean anggota MEA lainnya. Kemudian, sektor informal masih mendominasi lapangan pekerjaan. Di mana sektor ini justru belum mendapat perhatian dari pemerintah," sesalnya.

Salah satu pekerjaan rumah terbesar Indonesia saat ini lanjut Tantowi, ialah menyiapkan generasi muda yang terampil. Khususnya di bidang kewirausahaan, iptek dan bahasa. Termasuk mendorong pemerintah dan DPR untuk menyiapkan seluruh infrastruktur yang diperlukan.

"Perawat di Indonesia juga masih bersifat umum. Padahal ke depan, perawat pun harus memiliki spesifikasi penyakit tertentu," tandasnya.

(okezone.com)
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 25 Apr 2026 05:53

    PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi

    Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b

  • Selasa, 14 Apr 2026 18:47

    Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik

    JAKARTA-Dewan Pers menggelar diskusi bertajuk “Membaca Kasus Magdalene.id dari Kacamata Pers” di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mem

  • Sabtu, 11 Apr 2026 19:10

    Aklamasi, Purnomo Yusgiantoro Nahkodai DPP IKAL Lemhannas

    Jakarta-Prof Dr Ir Purnomo Yusgiantoro MSc MA PhD IPU terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas) periode 2025-2030.Menteri Perta

  • Rabu, 24 Des 2025 18:05

    Kemenhan Fasilitasi Retret Bela Negara 200 Wartawan Sambut HPN 2026

    JAKARTA-Kementerian Pertahanan RI bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyiapkan retret khusus wartawan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada akhir Januari atau awal Febr

  • Rabu, 24 Des 2025 11:00

    Dukung Kelancaran Operasi Hulu Migas, 13 Sertipikat Hak Pakai Lahan WK Rokan Diserahkan kepada PHR

    Jakarta-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 " Sumatra kembali menerima Sertipikat Hak Pakai (SHP) atas Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah hulu migas di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Provinsi Ri

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.