Minggu, 17 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Apa Alasan Presiden Tak Kunjung Copot Jaksa Agung?

Apa Alasan Presiden Tak Kunjung Copot Jaksa Agung?

Kamis, 31 Des 2015 15:11
Jaksa Agung HM Prasetyo
JAKARTA - Kinerja Jaksa Agung terus menjadi sorotan. Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia atau Mappi menilai jaksa agung HM. Prasetyo dan jajarannya banyak melanggar etika dan perilaku, utamanya di persidangan.

Berdasarkan data koalisi pemantauan jaksa yang terdiri dari Mappi, ICW, Kontras dan LSM lainnya, setidaknya dalam 392 persidangan di 13 Pengadilan Negeri di enam provinsi, ditemukan 199 kasus penyimpangan. Artinya, 50 persen jaksa disinyalir melakukan pelanggaran, baik etik maupun hukum acara. Salah satunya, justru pelanggaran yang cukup mendasar yaitu tidak menawarkan layanan bantuan hukum kepada tersangka maupun terdakwa.

"Nah kalau sekarang potensi untuk melakukan kriminalisasi atau hukum dijadikan alat kekuasaan sangat besar karena Jaksa Agung berasal dari partai politik," ujar pengamat politik Agung Supriyo belum lama ini.

Kekhawatiran tersebut bukan isapan jempol belaka. Presiden Joko Widodo bahkan sudah mengendusnya. "Ngomong sama saya, nanti saya bilang sama Menko Polhukam. Pasti saya suruh cari. Siapa dikriminalisasi, siapa yang mengriminalisasi. Apakah dari kejaksaan," kata Jokowi saat memberikan arahan pada perangkat desa, beberapa waktu lalu.

Tak cuma Presiden, dari anggota parlemen pun angkat bicara terkait persoalan tersebut. Politikus PDI Perjuangan Masinthon Pasaribu mengatakan agar kejaksaan tidak menjadikan seorang tersangka menjadi 'ATM' atau sumber dana untuk kepentingan pribadi mereka. "Nah, maka sebenarnya ini adalah warning dari presiden terhadap aparat kejaksaan itu sendiri," ujarnya.

Bila presiden sudah dapat menyelami rasa khawatir rakyatnya, apa alasan presiden tidak segera mengganti jaksa agung? Padahal, jaksa agung adalah ujung tombak mewujudkan janji presiden dalam Nawa Cita saat kampanye Pilpres 2014. Bila begitu, kepada siapakah presiden berpihak?

(okezone.com)
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:37

    Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

    Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:23

    Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.

    Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr

  • Sabtu, 16 Mei 2026 15:03

    Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya

    JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:51

    Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

    SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:36

    Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.

    JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.