Nasional
BPN: Pada Momen yang Tepat Jokowi-Prabowo Akan Bertemu
Kamis, 25 Apr 2019 09:30
"Nanti pada momentum yang tepat kedua pemimpin tesebut Prabowo dan Jokowi memang akan dan harus bertemu, tapi tidak harus grusa grusu tidak harus didorong-dorong, dipaksa-paksa pada hari-hari ini. Pak prabowo sendiri hari-hari ini konsentrasi untuk memastikan dan menghimpun dan mengawal C1 termasuk menghimpun mengitervarisir dan menelusuri temuan temuan kecurangan bersifat masif dan terstrukur," kata Waketum BPN Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso, saat dihubungi, Kamis (25/4/2019).
Priyo mengaku setuju dengan ide Cawapres Sandiaga Uno yang menyatakan lebih baik Jokowi dan Prabowo bertemu langsung tanpa perantara. Priyo mengatakan saat ini Prabowo tidak perlu didorong-dorong untuk bertemu Jokowi dalam waktu dekat. Prabowo disebut sedang fokus mengawal dugaan kecurangan pada proses rekapitulasi suara.
Menurutnya Prabowo dan Jokowi akan bertemu setelah ada hasil resmi dari KPU. Selain itu, Priyo juga menyoroti perhelatan Pemilu serentak 2019, menurutnya pemilu kali ini banyak catatan kecurangan yang masif.
"Kesaksian saya sebagai yang ikut 5 kali di pemilu ini adalah pemilu yang paling menguras energi, paling bahaya, dan paling terbelah dan paling besar gesekan sosialnya, dan paling masif kecurangan-kecurangannya, belum pernah saya temuin sekarang ini. Sebaiknya nggak usah lagi pemilu serentak, ternyata ini pintu masuk kecurangan yang luar biasa, pelibatan aparat luar biasa," ungkapnya.
Awalnya, Djoko menyinggung soal kemerdekaan Indonesia karena tidak adanya kompromi yang dilakukan pemimpin RI. Kemudian dia baru bicara soal Prabowo yang menolak utusan.
"Kenapa Indonesia merdeka? Karena dalam perjuangannya tak ada kompromi. Syukur alhamdulillah Pak Prabowo menolak semua utusan-utusan itu. Jadi itu yang ditempuh pemimpin kita. Prabowo setia pada kita semua dan kita harus setia pada Prabowo-Sandi," kata Djoko di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, Rabu (24/4).
Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup
Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia
Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.
Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr
Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya
JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun
Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas
SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.
JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta