Senin, 18 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • BPN Minta Jenazah KPPS Dibongkar, Sandiaga: Layak dengan Persetujuan Keluarga

Nasional

BPN Minta Jenazah KPPS Dibongkar, Sandiaga: Layak dengan Persetujuan Keluarga

Sabtu, 04 Mei 2019 11:47
Detik.com
JAKARTA - Calon wakil presiden Sandiaga Uno enggan berkomentar panjang terkait usulan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi untuk untuk membongkar dan mengautopsi jenazah KPPS yang meninggal. Menurutnya, hal tersebut sebaiknya diserahkan kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang lebih berkompeten untuk menanggapi.

"Saya juga nggak bisa berkomentar, karena itu yang lebih berkompetensi IDI dan otoritas yang memiliki keahlian di bidang kesehatan," ujar Sandiaga di kediamannya, Jl Pulombangkeng, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (4/5/2019).

Sejauh ini, sudah ada 412 petugas yang meninggal. Sandiaga menyebut, perihal autopsi jenazah harus mendapat persetujuan dari keluarga.

"Tapi kalau jumlahnya di atas 400, layak dengan persetujuan keluarga dilakukan penelitian kenapa apa betul-betul murni yang kelelahan, padahal kita sudah sepakat kalau mau mulai proses itu dicek dulu kesehatannya. Kalau tidak mendukung ya dia harus istirahat dan tak boleh dipaksakan," ujar Sandiaga.

Sandiaga mengatakan, banyaknya petugas KPPS yang meninggal disorot dunia. Ia mengaku ditanya oleh rekan-rekannya mengenai meninggalnya ratusan petugas KPPS.

"Jadi, terus jatuhnya korban ini kan jadi tanda tanya. Dan dunia internasional terus menyoroti, saya ditanya oleh beberapa rekan-rekan di luar negeri, ada apa yang terjadi kok jatuh korban begitu banyak?" sebut Sandiaga.

Sebelumnya, BPN menilai ada kejanggalan karena melihat banyaknya petugas pemilu yang gugur. Jumlah yang banyak itu, menurutnya, menimbulkan kecurigaan di benak masyarakat.

"Kami mengusulkan kemarin kalau dipandang perlu, maka seluruh jenazah yang meninggal misterius karena kami tidak mendengar secara detail penyebabnya apa secara medis, maka jika perlu semua jenazah itu dibongkar untuk dilakukan autopsi. Supaya tidak ada kecurigaan di antara masyarakat," ujar anggota BPN Mustofa Nahrawardaya di Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (3/5).


Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Senin, 18 Mei 2026 16:42

    Rumah di Tengah Kebun Terbakar, Ayah dan Anak di Musi Banyuasin Tewas Terjebak

    Satu unit rumah di Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatra Selatan, ludes terbakar dalam sebuah peristiwa kebakaran yang juga menelan korban jiwa.Dua penghuni ru

  • Senin, 18 Mei 2026 16:30

    Komdigi Blokir 3.000 Nomor Telepon Terindikasi Penipuan, Ada yang Catut Nama Anggota DPR

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menyebut bahwa pihaknya telah memblokir 3.000 nomor telepon terindikasi penipuan (scam call) dengan modus mencatut nama pejabat publik, termas

  • Senin, 18 Mei 2026 16:17

    Antrean Penyeberangan RoRo Bengkalis Padat di Penghujung Libur Panjang, Dishub Tambah 2 Trip.

    BENGKALIS-Kepadatan antrean pasca libur panjang akhir pekan sempat terjadi di pelabuhan RoRo Sungai Selari Kecamatan Bukit Batu, Minggu (17/5) malam kemarin.Kepadatan terjadi karena ramainya arus bali

  • Senin, 18 Mei 2026 16:02

    Breaking News: Korporasi Sawit di Pelalawan Ditetapkan Jadi Tersangka Pengrusakan Lingkungan.

    PEKANBARU-PT Musim Mas, di Pelalawan, Provinsi Riau, ditetapkan sebagai tersangka korporasi kejahatan lingkungan hidup.Perusahaan sawit ini melakukan aktivitas terlarang, dengan membuka perkebunan kel

  • Senin, 18 Mei 2026 15:53

    Mobil Pribadi Mogok Ditengah Banjir di Sontang Rohul, Ditarik Truck Minyak.

    PASIR PENGARAIAN-Banjir di jalan lintas Sontang, Rohul - Duri, Bengkalis kembali makan korban.Sebuah mobil pribadi mogok ditengah-tengah banjir.Kejadian tersebut terjadi pada Jumat pekan lalu (15/5/20

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.