Senin, 18 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • BPN Minta Jenazah KPPS Dibongkar, TKN: Jangan Politisasi, Cobalah Berempati

Nasional

BPN Minta Jenazah KPPS Dibongkar, TKN: Jangan Politisasi, Cobalah Berempati

Sabtu, 04 Mei 2019 11:24
Detik.com
JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin mempertanyakan maksud usulan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno agar makam para petugas KPPS yang gugur saat bertugas dibongkar kembali. TKN meminta BPN tak mempolitisasi kematian pejuang demokrasi.

"Untuk apa? Jangan mempolistisasi para pejuang demokrasi yang telah mengorbankan jiwanya untuk terselenggaranya pemilu 2019 ini," ujar Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Sabtu (4/5/2019).

Ace menilai BPN tak memiliki rasa empati pada tragedi gugurnya para Petugas KPPS. Menurutnya, tak etis pihak yang bukan keluarga meminta makam dibongkar.

"Lagipula siapa yang curiga bahwa wafatnya para pejuang demokrasi itu dikarenakan ada sesuatu yang perlu diklarifikasi? Cobalah sedikit berempati dengan para pahlawan demokrasi itu. Tidak etis kalau pihak yang kalah kemudian mempersoalkan hal yang memang bukan kewenangannya. Yang berwenang itu ya keluarganya. Saya yakin para keluarga yang ditinggalkannya pun telah ikhlas untuk menerima wafatnya para petugas KPPS tersebut," tuturnya.

Politikus Golkar itu mengatakan alangkah lebih baiknya semua pihak mengevaluasi penyelenggaraan Pemilu Serentak ketimbang mengungkit-ungkit soal jenazah.

"Kita doakan saja agar mereka diterima di sisi Allah SWT. Sikap yang bijak tentu ditunjukan dengan menghormati jerih payah mereka yang gugur itu dengan memastikan bahwa pemilu ini kita pastikan terselenggara dengan sukses dan damai. Alih-alih menghormati jerih payah mereka, justru orang-orang seperti Mustafa Nahra ini menuduh yang tidak-tidak kepada penyelenggara pemilu. Misalnya tuduhan curang tanpa dapat dibuktikan," kata Ace.

Sebelumnya, BPN menilai ada kejanggalan karena melihat banyaknya petugas pemilu yang gugur. Jumlah yang banyak itu, menurutnya, menimbulkan kecurigaan di benak masyarakat.

"Kami mengusulkan kemarin kalau dipandang perlu, maka seluruh jenazah yang meninggal misterius karena kami tidak mendengar secara detail penyebabnya apa secara medis, maka jika perlu semua jenazah itu dibongkar untuk dilakukan autopsi. Supaya tidak ada kecurigaan di antara masyarakat," ujar anggota BPN Mustofa Nahrawardaya di Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (3/5).



Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Senin, 18 Mei 2026 16:42

    Rumah di Tengah Kebun Terbakar, Ayah dan Anak di Musi Banyuasin Tewas Terjebak

    Satu unit rumah di Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatra Selatan, ludes terbakar dalam sebuah peristiwa kebakaran yang juga menelan korban jiwa.Dua penghuni ru

  • Senin, 18 Mei 2026 16:30

    Komdigi Blokir 3.000 Nomor Telepon Terindikasi Penipuan, Ada yang Catut Nama Anggota DPR

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menyebut bahwa pihaknya telah memblokir 3.000 nomor telepon terindikasi penipuan (scam call) dengan modus mencatut nama pejabat publik, termas

  • Senin, 18 Mei 2026 16:17

    Antrean Penyeberangan RoRo Bengkalis Padat di Penghujung Libur Panjang, Dishub Tambah 2 Trip.

    BENGKALIS-Kepadatan antrean pasca libur panjang akhir pekan sempat terjadi di pelabuhan RoRo Sungai Selari Kecamatan Bukit Batu, Minggu (17/5) malam kemarin.Kepadatan terjadi karena ramainya arus bali

  • Senin, 18 Mei 2026 16:02

    Breaking News: Korporasi Sawit di Pelalawan Ditetapkan Jadi Tersangka Pengrusakan Lingkungan.

    PEKANBARU-PT Musim Mas, di Pelalawan, Provinsi Riau, ditetapkan sebagai tersangka korporasi kejahatan lingkungan hidup.Perusahaan sawit ini melakukan aktivitas terlarang, dengan membuka perkebunan kel

  • Senin, 18 Mei 2026 15:53

    Mobil Pribadi Mogok Ditengah Banjir di Sontang Rohul, Ditarik Truck Minyak.

    PASIR PENGARAIAN-Banjir di jalan lintas Sontang, Rohul - Duri, Bengkalis kembali makan korban.Sebuah mobil pribadi mogok ditengah-tengah banjir.Kejadian tersebut terjadi pada Jumat pekan lalu (15/5/20

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.