Bahas Gafatar, Komisi III DPR Akan Panggil Kapolri
Sabtu, 23 Jan 2016 15:05
"Rapat kerja dengan polri, dan di dalam itu sejumlah isu akan kita angkat di antaranya kami akan mempertanyakan soal Gafatar ini. Karena bagi kami ini sangat misterius, selain masalah-masalah lain. Kenapa Gafatar ini kalau memang betul setelah bertahun-tahun sekarang baru diidentifikasi sebagai sebuah aliran kepercayaan yang sesat, kenapa tidak sebelum-sebelumnya?" kata Taufiq dalam sebuah diskusi di Bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (23/1/2016).
Selain itu, hal yang tak kalah penting untuk dikonfirmasi adalah seputar pengamanan pihak kepolisian yang lengang sehingga tindakan semacam itu terjadi.
"Kami ingin mempertanyakan kepada pihak kepolisian apakah di sini pihak kepolisian ada faktor lalai, di dalam konteks mengamankan warga masyarakat sehingga terjadi kekerasan seperti yang terjadi di kemarin di Kalbar," ujarnya.
Tak menutup kemungkinan, sambung Taufiq, untuk memanggil pihak-pihak lain khususnya organisasi masyarakat Islam dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk dimintai pandangan. Berbagai pandangan dari banyak sudut pandang ini yang akan menjadi pertimbangan DPR dalam menyikapi dan merekomendasikan kepada pemerintah terhadap persoalan tersebut.
Sedangkan mengenai upaya pemulangan para korban kekerasan, Taufiq mengatakan jangan sampai mengulangi kesalahan-kesalahan di masa lalu, di mana para korban ini kembali mengalami diskriminasi di masyarakatnya. Pemerintah harus turut memastikan mereka dapat kembali berbaur dan melakukan aktivitas ekonomi serta melanjutkan keseharian seperti biasa.
"Saya berharap pemulangan mereka telah teridentifikasi, telah direncanakan sehingga ketika mereka kembali ke tempat asalnya, involve (berbaur) kembali ke masyarakatnya dan ada kegiatan kembali seperti sebelumnya. Jadi jangam mereka menjadi seperti sebuah kelompok anomali di tempat mereka bermukim," pungkasnya.
Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup
Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia
Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.
Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr
Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya
JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun
Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas
SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.
JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta