Minggu, 17 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Bantah Suap, Kepala KPP Ambon Ngaku Pinjam Duit dari Wajib Pajak

Nasional

Bantah Suap, Kepala KPP Ambon Ngaku Pinjam Duit dari Wajib Pajak

Rabu, 10 Apr 2019 11:26
Detik.com
La Masikamba
JAKARTA - Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ambon nonaktif La Masikamba membantah menerima suap Rp 8 miliar dari sejumlah wajib pajak. Dia mengatakan duit Rp 8 miliar itu adalah pinjaman.

Hal itu disampaikan oleh La Masikamba dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Ambon, sebagaimana dilansir dari Antara, Rabu (10/4/2019). Uang itu disebut diterima sejak 2016 hingga 2018.

La Masikamba juga mengaku sudah mengembalikan sebagian pinjamannya kepada para wajib pajak. Namun, La Masikamba mengaku lupa dirinya meminjam uang dari siapa saja, baik dari 13 wajib pajak yang disebut melakukan transaksi mencurigakan dan direkomendasikan Dirjen Pajak untuk pemeriksaan khusus, maupun pengusaha lain.

La Masikamba juga mengaku tidak memiliki catatan khusus mengenai nama-nama pengusaha wajib pajak yang meminjamkan uang kepadanya. Dia juga mengatakan tak ada surat perjanjian utang secara khusus, termasuk dengan salah satu saksi bernama Nurhaya Umar.

"Saya mempunyai buku rekening pada beberapa bank, tetapi menyuruh Muhammad Said membuka rekening baru pada dua bank untuk menerima transferan dana yang dipinjam lalu mentransfernya lagi ke Wa Ode Nurhaya bin Umar alias Nurhaya Umar di Sorong (Papua Barat) maupun melalui rekening Sujarno," katanya.

Alasannya, istrinya mencurigai hubungannya dengan Nurhaya Umar yang setiap saat dikirimi uang oleh terdakwa. Menjawab pertanyaan majelis hakim, La Masikamba mengaku menerima gaji Rp 48 juta per bulan dan sebagian ditransfer untuk istri dan anaknya di Kendari serta sebagian lagi kepada Nurhaya Umar dengan alasan membayar utang.

"Saya meminjam uang Rp2 miliar dari Nurhaya Umar jadi dikembalikan melalui transfer dari rekening Muhammad Said ke rekningnya Sujarno," jelas terdakwa.

Jaksa kemudian memutar rekaman percakapan antara La Masikamba dengan Nurhaya Umar. Dalam percakapan La Masikamba dan saksi Nurhaya bicara untuk bertemu pada salah satu kamar hotel di Jayapura, Papua yang sementara ditempati La Masikamba.

Saksi Nurhaya dalam percakapan itu juga mengatakan terdakwa selaku seorang imam bagi dirinya bersama anak-anak meski tidak bisa tinggal bersama-sama. Tim JPU KPK juga menanyakan sejumlah nama wajib pajak diluar 13 WP bermasalah antara lain Rio, Sandro A Mojos, Hery, Johan Setiawan, dan Johan Romepesot yang merupakan penyetor aktif ke terdakwa, namun La Masikamba mengaku tidak ingat mereka.

"Kalau saudara terdakwa tidak ingat nama-nama penyetor uang lalu bagaimana mau menggantikan uang mereka, sedangkan Anthoni Liando atau pengusaha lain seperti A ceng, Boby Tanizal, atau yang lainnya," kata tim JPU KPK.

Kasus ini sendiri berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Oktober 2018. Pasca OTT itu, KPK menetapkan 3 orang tersangka, yaitu La Masikamba dan Sulimin sebagai tersangka penerima suap dan Anthony Liando sebagai tersangka pemberi suap.

Saat pengumuman status tersangka, KPK menduga La Masikamba dan Sulimin menerima Rp 320 juta dari Anthony dengan tujuan diberi pengurangan kewajiban pajak. KPK juga menjerat La Masikamba sebagai tersangka gratifikasi karena diduga menerima Rp 550 juta dari Anthony.

Namun, dalam dakwaan La Masikamba disebut menerima suap serta gratifikasi dari belasan wajib pajak. Total dugaan suap dan gratifikasi itu mencapai Rp 8,5 miliar.



Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:37

    Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

    Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:23

    Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.

    Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr

  • Sabtu, 16 Mei 2026 15:03

    Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya

    JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:51

    Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

    SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:36

    Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.

    JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.