Kamis, 30 Apr 2026
  • Home
  • Nasional
  • Benteng Plered Warisan Kerajaan Mataram Diserbu Belanda demi Buru Pangeran Diponegoro

Nasional,

Benteng Plered Warisan Kerajaan Mataram Diserbu Belanda demi Buru Pangeran Diponegoro

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 30 Jul 2025 09:27
okezone.com
BENTENG Plered, bekas Kerajaan Mataram, dimanfaatkan Pangeran Diponegoro dan tentaranya untuk bertahan melawan Belanda. Pasukan Pangeran Diponegoro itu memang terdesak setelah beberapa serangan Belanda di Selarong, markas pasukan, dilakukan.

Informasi mengenai pemusatan pasukan Pangeran Diponegoro di Plered diperoleh oleh Kolonel Cochius, salah satu perwira tinggi Belanda. Benteng bekas Keraton Mataram di bawah komando Sultan Amangkurat I itu digunakan oleh 800â€"1.000 orang pasukan Pangeran Diponegoro di bawah pimpinan Tumenggung Wirodirejo.

Struktur bangunan benteng yang masih kokoh memang menjadi pilihan tepat bagi pasukan Pangeran Diponegoro untuk bertahan di sana. Benteng bekas istana Mataram itu memiliki ketinggian hingga lebih dari 20 kaki atau kurang lebih 6 meter.

Pasukan Belanda yang telah melakukan persiapan akhirnya melakukan penyerbuan pada 9 Juni 1826, dikutip dari buku Sejarah Nasional Indonesia IV: Kemunculan Penjajahan di Indonesia. Kekuatan pasukan Belanda pun tak main-main, sebanyak 7.342 pasukan menyerbu Benteng Plered dari empat penjuru.

Setelah bertempur satu hari yang banyak menelan korban dari kedua belah pihak, Kerto Pengalasan dapat meloloskan diri ke arah barat menuju Jekso Dekso. Operasi pengejaran pasukan Pangeran Diponegoro pun diteruskan ke Desa Jekso. Menariknya, di Desa Jekso ini, Belanda memanfaatkan intelijen warga pribumi, yakni abdi dalem Ngabehi Pancayatna. 

Ia mendapat tugas khusus untuk mengawasi pesanggrahan Diponegoro di Desa Jekso. Akhirnya sang abdi dalem itu, konon, menyuruh Ki Sapengawat pada hari Ahad 8 Ramadan untuk berkunjung ke rumah Amat Rupangi, saudara iparnya yang menjadi simpatisan Diponegoro.

Di sini, sang abdi dalem mendapat penjelasan dari saudaranya, yang konon simpatisan sang pangeran, perihal keberadaan Diponegoro. Pangeran Diponegoro bersama Raden Tumenggung Mertoloyo dikawal oleh beberapa pasukan, baik pasukan Nyutro di sebelah timur tempat tinggal Pangeran Diponegoro.

Kemudian, ada prajurit Mertoloyo yang mengawal sang pangeran di sebelah barat, serta prajurit Wirabraja di sisi utara tempat tinggal sang pangeran. Sedangkan kekuatan besar lainnya berada di Desa Klaten ke selatan sampai ke Jekso.***(Okezone.com)
Sumber: okezone.com

nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 25 Apr 2026 05:53

    PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi

    Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b

  • Kamis, 23 Apr 2026 08:24

    KAMPAK Rohil Kembali Protes, Pertanyakan Kinerja Aparat Rohil

    Rokan Hilir-Koalisi Aksi Mahasiswa Pemuda Anti Kriminal Rokan Hilir (KAMPAK Rohil) kembali melakukan aksi protes dengan membentangkan empat spanduk di sejumlah titik strategis pada Rabu (22/04/2026).A

  • Kamis, 23 Apr 2026 08:04

    Kapolda Riau Tekankan Pendekatan Humanis, Kunci Bangun Kepercayaan Publik di Era Digital

    Pekanbaru-Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan bahwa kunci utama membangun kepercayaan publik terhadap Polri terletak pada pendekatan yang humanis dan komunikasi yang efektif di tengah derasny

  • Minggu, 19 Apr 2026 11:30

    Dua Paket Sabu Disita, Polres Dumai Ringkus Tersangka di Bukit Kapur

    DUMAI - Berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas transaksi narkotika, Satuan Reserse Narkoba Polres Dumai bergerak cepat hingga berhasil mengungkap kasus peredaran sabu di wila

  • Jumat, 17 Apr 2026 20:14

    Mahasiswa Geruduk Polres Rohil Minta Copot Kapolres Rohil

    UJUNGTANJUNG-Sekitara 50 gabungan Mahasiswa Rohil mengadakan aksi unjuk Rasa Kamis (17-4-2026) di dipan Mapolres Rokan Hilir.Mahasiswa bergerak dari Kota Bagansiapiapi sekitar pukul 14.00 Wib dan samp

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.