Senin, 18 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Boeing Disebut Sembunyikan Info Penting Soal Fitur Lion Air PK-LQP

Nasional

Boeing Disebut Sembunyikan Info Penting Soal Fitur Lion Air PK-LQP

Rabu, 14 Nov 2018 11:13
Detik.com
Jakarta - Boeing disebut menyembunyikan informasi penting soal potensi bahaya dari fitur kontrol penerbangan di tipe pesawat Boeing 737 MAX 8. Itu adalah jenis pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh bulan lalu.

Seperti dilansir CNN, Rabu (14/11/2018), dugaan ini disampaikan oleh Wall Street Journal (WSJ). Wall Street Journal mengutip pakar keamanan yang terlibat di investigasi jatuhnya Lion Air PK-LQP. Pejabat madya Federal Aviation Administration (FAA) dan sejumlah pilot juga mengungkapkan hal yang sama.

Laporan itu mengungkap tentang automated stall-prevention system di Boeing 737 MAX 8 dan MAX 9 yang sebenarnya bertujuan untuk membantu awak pesawat terhindar dari kekeliruan mengangkat hidung pesawat terlalu tinggi. Namun, saat dalam kondisi tidak biasa, dapat mendorong pesawat secara tidak terduga dan sangat kuat sehingga awak pesawat tidak bisa menariknya kembali.

Situasi seperti itu disebut bisa mengakibatkan pesawat menukik dengan curam atau kecelakaan. Kondisi demikian disebut tetap bisa terjadi bahkan jika pilot menerbangkan pesawat secara manual.

Seperti diketahui, Boeing dan otoritas penerbangan Amerika Serikat (AS), Federal Aviation Administration (FAA) menerbitkan buletin keamanan untuk semua maskapai di dunia yang memakai pesawat Boeing 737 MAX 8 setelah kecelakaan Lion Air PK-LQP pada 29 Oktober 2018. Tetapi, sejumlah pilot yang tergabung dalam Allied Pilot Association menyebut buletin itu bukan penegasan prosedur, melainkan berisi informasi baru di mana mereka tidak pernah mengetahui hal itu sebelumnya.

"Mereka (Boeing) tidak memberi kami semua info yang kami butuhkan ketika kami menerbangkan pesawat," kata juru bicara Allied Pilot Association, Captain Dennis Tajer seperti dilansir CNN.

"Buletin ini bukan penegasan kembali melainkan suatu pencerahan dan informasi baru," sambungnya.

Asosiasi tersebut mengatakan manual Boeing 737 MAX 8 tidak memberi tahu pilot bahwa ketika komputer pesawat mendeteksi pesawat berada dalam kondisi stall, sistem itu secara otomatis memicu respons seperti menurunkan hidung pesawat. Itu adalah informasi penting bagi pilot.

Boeing telah menanggapi laporan Wall Street Journal soal pesawat Boeing 737 MAX 8 ini. Boeing menjamin keamanan pesawatnya.

"Kami telah bekerja sama dengan tim penyelidik dan semua pihak berwenang yang terlibat. Kami yakin akan keamanan dari 737 MAX. Keamanan tetap menjadi prioritas utama kami dan merupakan nilai utama bagi semua orang di Boeing," demikian pernyataan Boeing.

Sementara itu, Managing Director Lion Air Captain Daniel Putut Kuncoro Adi juga telah memberi jawaban ke CNN. "Kami mengumpulkan semua informasi dalam penyelidikan internal kami, kami bekerja dengan para ahli kami di departemen (operasi danteknik), tetapi kami tetap menghormati investigasi yang dilakukan KNKT dan kami menunggu laporan tersebut," ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang jatuh di perairan Karawang pada Senin (29/10/2018) dan menewaskan 189 orang di dalamnya. Saat ini, pencarian korban telah dihentikan.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sudah mendapatkan beberapa temuan dari flight data recorder (FDR) pesawat tersebut. Salah satunya adalah kerusakan di sensor AOA atau angle of attack.

"AOA itu mengukur sudut pesawat terhadap aliran udara. Jadi, kalau pesawatnya seperti ini (kondisi mendatar), ini nol, tapi kalau pesawatnya naik, nah itu AOA itu berapa derajat terhadap aliran udara akan terbaca," ucap Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono di kantornya, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (7/11/2018).


(detik.com)
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:37

    Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

    Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:23

    Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.

    Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr

  • Sabtu, 16 Mei 2026 15:03

    Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya

    JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:51

    Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

    SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:36

    Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.

    JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.