Minggu, 17 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Buya Syafii Minta Masyarakat Tak Ragukan Perhatian Jokowi ke Umat Islam

Nasional

Buya Syafii Minta Masyarakat Tak Ragukan Perhatian Jokowi ke Umat Islam

Kamis, 06 Des 2018 13:49
Merdeka.com

JAKARTA - Mantan Ketua PP Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif atau kerap disapa Buya Syafii mengatakan agar masyarakat tidak meragukan perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Islam. Buya Syafii mengungkapkan jika kehadiran Presiden Jokowi di Madrasah Muallimin dan Mualimat milik Muhammadiyah merupakan bentuk perhatian kepada masyarakat Islam.

Jokowi disebut Buya Syafii sebagai presiden pertama yang hadir di madrasah tertua di Indonesia itu.

"Nanti presiden masih berkunjung pada komunitas Aisyah. Kalau ada yang bilang Ini Presiden kurang perhatian dalam Islam, hentikanlah," ujar Buya Syafii saat memberikan sambutannya dalam Milad 1 Abad Madrasah Muallimin Mualimat Muhammadiyah, Kamis (6/12).

Hadir pula dalam acara tersebut adalah Presiden Joko Widodo, Mendikbud Muhadjir Effendy, Menteri BUMN Rini Soemarno, Mensesneg Pratikno, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X.

Buya Syafii menerangkan jika hadirnya Jokowi ke Madrasah Muallimin dan Mualimat itu bukanlah dalam kapasitas sebagai seorang calon presiden (capres). Buya menyebut kehadiran Jokowi sebagai seorang presiden.

"Yang datang hari ini Presiden bukan capres. Kalau capres enggak boleh sama Bawaslu," papar Buya Syafii.

Buya Syafii menerangkan pemerintah memiliki perhatian kepada Muhammadiyah. Bentuk perhatiannya diantaranya tak hanya sekadar berkunjung ke Madrasah Muallimin Mualimat tetapi juga menyumbang pembangunan kampus baru untuk Muallimin dan Mualimat yang akan dibangun di daerah Sedayu, Bantul.

"Muallimin akan membuka kampus baru untuk pengembangan mungkin di daerah Sedayu, Bantul tanahnya sebagian sudah dibebaskan dan tadi menteri BUMN sudah mengundang direktur BUMN seperti BNI, BRI, PLN dan pembangunannya akan dimulai bulan depan. Negara melalui BUMN membantu Muhammadiyah. Dalam Pembukaan UUD negara tugasnya mencerdaskan bangsa. Jadi kalau negara membantu muhammadiyah sama saja negara membantu dirinya sendiri," tutup Buya Syafii.


(merdeka.com)

nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:37

    Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

    Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:23

    Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.

    Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr

  • Sabtu, 16 Mei 2026 15:03

    Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya

    JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:51

    Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

    SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:36

    Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.

    JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.