Nasional
Dijadikan Tersangka, Ini Respons Kades yang Kampanye Sandiaga
Jumat, 30 Nov 2018 13:38
"Dengan ditetapkan saya sebagai tersangka, ini merupakan keuntungan bagi kita. Karena bola akan ada di kita nantinya. Bola akan ada di Pak Sandi dan Pak Prabowo. Karena apa? Masyarakat Mojokerto, masyarakat Indonesia biar tahu semuanya bahwa saya ini korban rezim, korban kezaliman. Jadi, pemerintah ini sudah zalim," kata Suhartono seperti dikutip detikcom dari akun youtube Islam Peace 212, Jumat (30/11/2018).
Video komentar Suhartono itu diunggah pada 19 November 2018. Dalam video ini, Kades bergaya nyentrik tersebut mengomentari soal penetapan dirinya sebagai tersangka oleh penyidik Sentra Gakkumdu Kabupaten Mojokerto.
"Masyarakat akan menilai sendiri pemerintahan sekarang pemerintahan yang zalim. Perlu diganti dengan pemerintahan yang baru. Yaitu Pak Prabowo sama Pak Sandi," ujarnya.
Belajar dari kasus yang menjerat dirinya, Suhartono mengajak kades di seluruh Indonesia untuk tidak takut menentukan pilihan politik.
"Jadi, biar masyarakat tahu, biar Kepala Desa seluruh Indonesia tidak takut. ngapain takut? Kita bukan kriminal, kita bukan orang yang bersalah, kita ini memperjuangkan. Nah ini termasuk bentuk-bentuk penekanan pada masyarakat, pembodohan yang artinya hukum ini tumpul ke atas, tajam ke bawah," terangnya.
Kendati begitu, di akhir klarifikasinya Suhartono berjanji bakal mengikuti proses hukum yang sedang berjalan.
"Mari kita lanjutkan saja, kita ikuti prosedur hukum ini biar berjalan dan masyarakat bisa menggarisbawahi, siapa yang sontoloyo, siapa yang gendruwo. Masyarakat akan tahu sendiri bahwa kita itu orang-orang yang benar. Kita memilih presiden pilihan ulama, bukan ulama pilihan presiden," tegasnya.
Penyidik Sentra Gakkumdu Kabupaten Mojokerto menetapkan Suhartono sebagai tersangka dalam kasus pidana Pemilu. Tindakan yang dilakukan tersangka dinilai menguntungkan salah satu calon di Pilpres 2019. Perkara ini telah dilimpahkan ke Kejaksaan.
Tindak pidana Pemilu yang dilakukan Suhartono nampak dilakukan secara terang-terangan. Tersangka menggalang massa ibu-ibu di kampungnya untuk menyambut Sandiaga Uno di Jalan Desa Sampangagung, Minggu (21/10). Capres nomor 2 tersebut dalam perjalanan untuk berkampanye di Wisata Air Panas Padusan, Pacet.
Jumlah massa yang dikerahkan Suhartono, mencapai 50 orang. Tersangka menghabiskan Rp 20 juta untuk memberi uang lelah ke para ibu-ibu yang bersedia ikut menyambut Sandiaga. Saat penyambutan Sandiaga, Suhartono juga berfoto selfie dengan Cawapres nomor 2 tersebut. Selain itu dia juga memasang spanduk dan banner berisi dukungan untuk Sandiaga.
Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup
Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia
Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.
Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr
Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya
JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun
Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas
SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.
JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta