Minggu, 17 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Dijadikan Tersangka, Ini Respons Kades yang Kampanye Sandiaga

Nasional

Dijadikan Tersangka, Ini Respons Kades yang Kampanye Sandiaga

Jumat, 30 Nov 2018 13:38
Detik.com
Kades Nono (baju putih, jambul pirang) saat kampanyekan Sandi
Mojokerto - Kepala Desa (Kades) Sampangagung, Kutorejo, Kabupaten Mojokerto Suhartono ditetapkan sebagai tersangka pidana Pemilu karena terlibat dalam kampanye Cawapres Sandiaga Uno. Terkait status dirinya sebagai tersangka, Kades yang akrab disapa Nono itu merasa dizalimi oleh pemerintah.

"Dengan ditetapkan saya sebagai tersangka, ini merupakan keuntungan bagi kita. Karena bola akan ada di kita nantinya. Bola akan ada di Pak Sandi dan Pak Prabowo. Karena apa? Masyarakat Mojokerto, masyarakat Indonesia biar tahu semuanya bahwa saya ini korban rezim, korban kezaliman. Jadi, pemerintah ini sudah zalim," kata Suhartono seperti dikutip detikcom dari akun youtube Islam Peace 212, Jumat (30/11/2018).

Video komentar Suhartono itu diunggah pada 19 November 2018. Dalam video ini, Kades bergaya nyentrik tersebut mengomentari soal penetapan dirinya sebagai tersangka oleh penyidik Sentra Gakkumdu Kabupaten Mojokerto.

Jika pidana Pemilu yang menjeratnya terus berlanjut, menurut Suhartono, masyarakat akan menilai siapa pihak yang layak disebut sebagai politisi gendruwo dan sontoloyo.

"Masyarakat akan menilai sendiri pemerintahan sekarang pemerintahan yang zalim. Perlu diganti dengan pemerintahan yang baru. Yaitu Pak Prabowo sama Pak Sandi," ujarnya.

Belajar dari kasus yang menjerat dirinya, Suhartono mengajak kades di seluruh Indonesia untuk tidak takut menentukan pilihan politik.

"Jadi, biar masyarakat tahu, biar Kepala Desa seluruh Indonesia tidak takut. ngapain takut? Kita bukan kriminal, kita bukan orang yang bersalah, kita ini memperjuangkan. Nah ini termasuk bentuk-bentuk penekanan pada masyarakat, pembodohan yang artinya hukum ini tumpul ke atas, tajam ke bawah," terangnya.

Kendati begitu, di akhir klarifikasinya Suhartono berjanji bakal mengikuti proses hukum yang sedang berjalan.

"Mari kita lanjutkan saja, kita ikuti prosedur hukum ini biar berjalan dan masyarakat bisa menggarisbawahi, siapa yang sontoloyo, siapa yang gendruwo. Masyarakat akan tahu sendiri bahwa kita itu orang-orang yang benar. Kita memilih presiden pilihan ulama, bukan ulama pilihan presiden," tegasnya.

Penyidik Sentra Gakkumdu Kabupaten Mojokerto menetapkan Suhartono sebagai tersangka dalam kasus pidana Pemilu. Tindakan yang dilakukan tersangka dinilai menguntungkan salah satu calon di Pilpres 2019. Perkara ini telah dilimpahkan ke Kejaksaan.

Tindak pidana Pemilu yang dilakukan Suhartono nampak dilakukan secara terang-terangan. Tersangka menggalang massa ibu-ibu di kampungnya untuk menyambut Sandiaga Uno di Jalan Desa Sampangagung, Minggu (21/10). Capres nomor 2 tersebut dalam perjalanan untuk berkampanye di Wisata Air Panas Padusan, Pacet.

Jumlah massa yang dikerahkan Suhartono, mencapai 50 orang. Tersangka menghabiskan Rp 20 juta untuk memberi uang lelah ke para ibu-ibu yang bersedia ikut menyambut Sandiaga. Saat penyambutan Sandiaga, Suhartono juga berfoto selfie dengan Cawapres nomor 2 tersebut. Selain itu dia juga memasang spanduk dan banner berisi dukungan untuk Sandiaga.

Sebagai Kades yang seharusnya netral selama masa kampanye Pilpres 2019, Suhartono justru terang-terangan mendukung Sandiaga. Akibatnya, dia dijerat dengan Pasal 490 juncto Pasal 282 UU RI No 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Tersangka terancam hukuman penjara maksimal 1 tahun dan denda Rp 12 juta.


(detik.com)
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:37

    Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

    Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:23

    Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.

    Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr

  • Sabtu, 16 Mei 2026 15:03

    Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya

    JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:51

    Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

    SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:36

    Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.

    JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.