Nasional
Disemprot Air, KPU Buktikan Ketahanan Kotak Suara Kardus
Senin, 17 Des 2018 16:18
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuktikan kalau kotak suara kardus yang akan digunakan pada perhelatan Pemilu 2019 itu tahan bila disemprot menggunakan air.
Pembuktian itu dilakukan oleh Ketua KPU Arief Budiman dengan cara menyemprotkan kotak suara berwarna putih itu menggunakan selang di halaman Kantor KPU, Senin (17/12/2018).
Arief menjelaskan, kotak suara itu berbahan karton duplex, sehingga bila terkena percikan dan siraman air dalam kondisi normal itu masih bisa bertahan. Ia mengklaim, kotak suara itu sudah pernah digunakan pada Pilkada Tahun 2015, 2017 dan 2018 di beberapa daerah.
"Jadi waktu itu kami perintahkan kepada KPU provinsi dan kabupaten/kota menginventarisir data kotak berbahan aluminium yang masih bisa digunakan digunakan, yang sudah tidak bisa digunakan jangan diproduksi kotak alumunium lagi. Akhirnya diproduksilah ini (kotak suara kardus,"kata Arief.
Menurutnya, pembuatan kotak suara yang berbahan karton duplex itu memiliki keuntungan tersendiri. Karena, biaya produksinya lebih murah ketimbang harus membuat dengan bahan dasar alumunium.
"Biaya produksi ini seingat saya mungkin hanya seperempatnya dari biaya produksi kalau kita pakai aluminium. Dan mungkin karena harga fluktuatif ya. Bahkan mungkin bisa lebih murah lagi dibandingkan seperempatnya itu tadi," ujarnya.
Selain itu, lanjut dia, kotak suara itu memiliki kemudahan dalam hal pendistribusian dan saat pemasangan. Karena tidak bisa dilipat hingga gepeng, sehingga bisa dibawa dengan mobil yang ukurannya tidak terlalu besar.
"Ketika akan digunakan kalau pakai bahan alumunium saya harus panggil tukang, karena dia harus turunkan, pasangkan baut-baut kembali yang biasanya bautnya gitu hilang dan saya harus beli kembali, tapi kalau ini semua orang bisa karena sudah dalam bentuk lipatan-lipatan seperti ini," jelasnya.
Apabila suatu waktu dalam pendistribusian dan penyimpanan kotak suara terjadi musibah seperti banjir dan kapal tenggelam, kata dia, pihaknya tak bisa menjamin akan tahan air, karena itu tidak didesain untuk tahan air dengan volume yang cukup besar.
"Bagaimana kalau terendam banjir atau kapalnya tenggelam kita
semua tidak bisa menghindari kalau problemnya sebesar itu mau bahannya
alumunium atau apapun," tandasnya.
(okezone.com)
nasional
Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup
Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia
Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.
Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr
Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya
JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun
Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas
SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.
JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta