Minggu, 17 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Ditantang Poyuono soal Bowo Sidik, TKN: Jangan Berpikir Konspiratif

Nasional

Ditantang Poyuono soal Bowo Sidik, TKN: Jangan Berpikir Konspiratif

Jumat, 12 Apr 2019 10:04
Detik.com
Wakil Sekretaris TKN Jokowi, Raja Juli Antoni.
JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin meminta Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuno tak mengaitkan perkara suap Bowo Sidik Pangarso dengan politik. TKN mengimbau sisa hari kampanye ini bisa digunakan untuk kampanye program dibanding fitnah.

"TKN mengutuk Bowo, tapi serahkan saja ke kasus hukum dan jangan menimbulkan sesuatu yang aneh apalagi fitnah. Dua hari lagi sisa kampanye gunakan. Mari gunakan yang lebih positif tentang program dibanding fitnah," kata Wakil Sekretaris TKN Raja Juli Antoni kepada wartawan, Kamis (11/4/2019) malam.

Raja Juli mengajak tim sukses untuk tidak saling mengadu domba. Dia mengatakan kasus Bowo adalah masalah hukum dan meminta Poyuono tidak berpikir konspiratif.

"Saya kira di akhir kampanye ini, ada baiknya semua tim sukses berbicara positif tidak mengadu domba. Tidak berpikir konspiratif," ujarnya.

Sebelumnya, Waketum Partai Gerindra Arief Poyuono melempar isu bahwa amplop bercap jempol dalam kasus dugaan suap Bowo Sidik Pangarso diperintahkan menteri. Pengacara Bowo Sidik, Saut Edward Rajagukguk, mengatakan sumber uang Rp 8 miliar itu berasal dari salah satu menteri di Kabinet Kerja saat ini.

"La kan dari awal sudah saya katakan kalau Mas Bowo Pangarso itu hanyalah disuruh sama menteri," sebut Poyuono kepada wartawan, Kamis (11/4).

Poyuono menyebut dirinya difitnah karena sempat melempar isu menteri di kasus Bowo Sidik. Dia menduga amplop itu tak hanya untuk 'serangan fajar' pileg.

"Nah, siapa yang tukang hoax, saya apa TKN yang coba ngeles dalam kasus amplop putih cap jempol," katanya.

Lalu, dari mana Poyuono mendapat informasi soal isu kemungkinan ada menteri yang terlibat dalam kasus Bowo Sidik? "Dari malaikat Allah. Makanya TKN jangan suka memfitnah saya kalau saya ini nyebar isu," sebut dia.



Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:37

    Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

    Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:23

    Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.

    Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr

  • Sabtu, 16 Mei 2026 15:03

    Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya

    JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:51

    Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

    SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:36

    Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.

    JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.