Sabtu, 30 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Fadli Sebut Jokowi Kurang Berhasil Berantas Narkoba, Ngabalin: Tak Pantas!

Nasional

Fadli Sebut Jokowi Kurang Berhasil Berantas Narkoba, Ngabalin: Tak Pantas!

Kamis, 15 Agu 2019 10:00
Detik.com
JAKARTA - Waketum Gerindra, Fadli Zon menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) kurang berhasil memberantas Narkoba dalam masa pemerintahannya. Menanggapi hal tersebut Istana mengatakan ucapan tersebut tidak pantas dilontarkan Fadli.

"Kalau Fadli Zon bukan Wakil Ketua DPR pantas dia ngomong seperti begitu, tapi kalau Fadli Zon Wakil Ketua DPR RI ngomong begitu tidak pantas. Kalau Fadli Zon pembuat obat di pasar-pasar raya, pasar-pasar tradisional nah boleh itu, ngomong gitu bener. Tapi karena Wakil Ketua DPR RI maka tidak pantas, tidak proporsional dalam sistem pemerintahan presidensial," ujar tenaga ahli kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin saat dihubungi, Rabu (14/8/2019).

Nagabalin mengatakan, Fadli seharusnya melakukan fungsi kontrol dengan cara memanggil instansi terkait dan mengajak berbicara. Dia meminta Fadli untuk tidak hanya berteriak di media sosial dan banyak berbicara.

"Kalau saya gini, DPR itu instansi terkaitnya kita ajak ngomong bicara. Masa si APBN turun melulu kasih terus ko kinerjanya lemah, kontrolnya itu dari DPR. Karena DPR itu fungsi kontrolnya tidak di media, tidak di medsos. Fungsi kontrolnya itu memainkan peran-peran dan tugas kepermentariannya di Parlemen," kata Ngabalin.

"Panggil dong, bilang Fadli Zon panggil dong, ngobrol, kontrol. Jangan berteriak-teriak di medsos, sudah habis Pemilu, Lu juga sedang mau masuk di kabinet, jangan banyak cerita deh," sambungnya.

Ngabalin menyebut, DPR merupakan mitra kerja Presiden dan berfungsi mengontrol kebijakan pemerintah. Menurutnya, presiden juga memiliki menteri dan instansi-instansi yang dapat membantunya.

"Kan presiden itu kepala negara, presiden itu kepala pemerintahan jadi karena pemerintah dan DPR itu mitra kerja dalam regulasinya adalah mengontrol kebijakan pemerintah dan membuat UU. Presiden tidak bisa datang dari komisi satu sampai dengan komisi lain-lain yang ada di DPR, oleh karena itu ada menterinya, ada Polisi, ada BNN," tuturnya.

Pernyataan Fadli tersebut berawal dari tanggapanya terkait tokoh pemuda Maluku, Umar Kei yang ditangkap karena kasus narkoba. Fadli meminta semua pihak untuk tidak mengait-ngaitkan ketumnya ke kasus Umar Kei, meski pernah mendukung Prabowo Subianto saat Pilpres 2019.

"Nggak ada urusannya ya itu. Itu urusan pribadi. Berapa banyak orang yang mendukung kiri A, 1 B," ujar Waketum Gerindra, Fadli Zon di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Fadli kemudian menyinggung soal pemberantasan narkoba di era pemerintahan Jokowi. Dia menyebut jumlah pengguna narkoba sejak awal pemerintahan Jokowi hingga sekarang meningkat dua kali lipat.

"Kalau tidak salah, jumlah pengguna narkoba itu dari Pak Jokowi 2014 sampai hari ini itu meningkat dua kali lipat. Itu berarti Pak Jokowi kurang berhasil dalam pemberantasan narkoba," sambung Fadli.

Fadli menilai pemerintahan Jokowi kurang berhasil dalam hal pemberantasan narkoba. Dia mengatakan jika Jokowi ingin memperbaiki SDM, maka pemerintahan ke depan harus lebih serius dalam pemberantasan narkoba.


(detik.com)
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 30 Mei 2026 14:31

    Sindikat Penipuan Bermodus Batu Merah Delima Perdaya ASN Siak Ratusan Juta

    SIAK- Seorang aparatur sipil negara di Kabupaten Siak bernama Zainuddin alias Atan (54) menjadi korban sindikat penipuan bermodus jual beli batu merah delima bertuah. Warga Kecamatan Mempura tersebut

  • Sabtu, 30 Mei 2026 14:29

    Potong Hewan Kurban, Partai Nasdem Riau Bersyukur Kembali Bisa Berbagi untuk Masyarakat

    PEKANBARU - DPW Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Riau sembelih lima ekor sapi dan satu ekor kambing. Penyembelihan hewan kurban di halaman Kantor Nasdem Jalan Diponegoro Pekanbaru ini nantinya selain

  • Sabtu, 30 Mei 2026 13:21

    Anggota TNI Aniaya Anak SMP hingga Tewas di Medan: Sertu Riza Tak Dipecat, Divonis 10 Bulan

    Kasus dugaan kekerasan yang menyebabkan meninggalnya MHS, seorang remaja berusia 15 tahun di Medan, Sumatera Utara, masih menjadi perhatian publik.Keluarga korban bersama LBH Medan mempertanyakan jala

  • Sabtu, 30 Mei 2026 11:58

    Satres Narkoba Polres Dumai Gulung Dua Pengedar, 68 Paket Sabu dan Ekstasi Disita Sebagai Barang Bukti

    DUMAI-Komitmen Polres Dumai dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya kembali membuahkan hasil. Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Dumai yang dipimpin langsung oleh Ipda Rico Salom

  • Sabtu, 30 Mei 2026 11:47

    Meresahkan, Tim Gabungan Beri Peringatan ke Pengelola Warung Remang-remang Kawasan Kulim Pekanbaru

    PEKANBARU - Keberadaan warung remang-remang di sekitar Jalan Lintas Timur Km 19, Kawasan Kulim, Kota Pekanbaru mulai meresahkan warga.Apalagi  warung tersebut buka hingga dini hari.Musik dari war

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.