Minggu, 17 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Gatot Ungkit Anggaran TNI, Anggota Komisi I: Itu Diputuskan Bersama

Nasional

Gatot Ungkit Anggaran TNI, Anggota Komisi I: Itu Diputuskan Bersama

Sabtu, 13 Apr 2019 10:24
Detik.com
Meutya Hafid
JAKARTA - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mengungkit anggaran TNI semasa kepemimpinannya yang menurutnya mengecilkan lembaga tersebut. Komisi I DPR RI yang membidangi Pertahanan, Intelijen, Luar Negeri & Komunikasi mengatakan keputusan anggaran itu diambil bersama.

"Anggaran pertahanan itu diputuskan bersama dengan seluruh fraksi di komisi I dan hadir pembahasan bersama dengan kemhan dan juga panglima TNI, Pak Gatot juga hadir karena beliau panglima TNI waktu beliau masih menjabat," kata anggota Komisi I DPR RI, Meutya Hafid saat dihubungi, Jumat (12/4/2019).

Meutya mengatakan, meruapakan instansi yang dapat dana terbesar kedua. Menurutnya, Gatot harus melihat jumlah dana keseluruhan yang diterima TNI.

"TNI itu terbesar kedua setelah PUPR. Itu sepertinya dia (Gatot) bilang perubahan ya? Harus dilihat dari anggaran totalnya bukan perubahan saja," ujarnya.

Gatot sebelumnya mengungkit besaran anggaran yang diterima TNI saat menghadiri Pidato kebangsaan calon presiden Prabowo Subianto di Surabaya. Ada suatu hal yang menurutnya kritis, yakni soal kekuatan TNI yang tidak didukung oleh pemerintah dari segi anggaran.

"Saat ini yang kritis adalah anggaran. Saya tidak menyalahkan siapa pun juga, tapi saya harus sampaikan karena saya mantan Panglima TNI, agar rakyat bersatu jangan terpecah-pecah," katanya.

Gatot menyebut anggaran TNI semasa dia menjabat panglima hanya mendapat Rp 6 triliun. Dia mengaku sudah berusaha terkait anggaran tersebut.

"Saat saya menjabat Panglima TNI, saya sudah berusaha sekuat mungkin tapi saya tidak berdaya. APBN-P, TNI yaitu Dephan, Mabes TNI, TNI AD, TNI AL, dan TNI AU jumlah personelnya lebih dari 455 ribu mempunyai ratusan pesawat tempur, punya ratusan kapal perang, ribuan tank, dan senjata berat. Anggarannya hanya Rp 6 T lebih. Sehingga Dephan dapat Rp 1 T, AD dapat Rp 1 T lebih, AU Rp 1 T lebih, AL dapat Rp 1 T lebih Mabes TNI dapat Rp 900 miliar," tambah Gatot.



Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:37

    Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

    Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:23

    Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.

    Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr

  • Sabtu, 16 Mei 2026 15:03

    Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya

    JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:51

    Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

    SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:36

    Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.

    JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.