Minggu, 17 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Gubernur Riau: Pekanbaru Barometer di Riau, tapi Lama Tak Dapat Adipura

Nasional

Gubernur Riau: Pekanbaru Barometer di Riau, tapi Lama Tak Dapat Adipura

Jumat, 05 Apr 2019 15:29
Detik.com
Gubernur Riau Syamsuar membersihkan lingkungan dari sampah.
PEKANBARU - Gubernur Riau Syamsuar berbicara tentang Kota Pekanbaru yang sudah lama tak mendapatkan Adipura. Dia menilai hal itu terjadi karena banyak sampah berserakan.

"Pekanbaru ini kota barometernya di Riau. Tapi sudah lama Pekanbaru tak dapat Adipura. Ini karena kondisinya selama ini banyak sampah berserakan," kata Syamsuar, Jumat (5/4/2019).

Karena itulah, Syamsuar tadi pagi bersama Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution dan jajaran PNS di Pemprov Riau melaksanakan gotong royong 'Jumat Bersih'. Syamsuar bersama stafnya turun ke jalan membersihkan selokan yang penuh sampah di sekitar RSUD Arifin Achmad dan Masjid An-Nur di Jl Hang Tuah, Pekanbaru.

Dia mengatakan kegiatan itu dilakukan sebagai bentuk keprihatinan Kota Pekanbaru lama tidak mendapatkan Adipura sebagai kota yang bersih. Menurutnya, kebersihan Pekanbaru menjadi tanggung jawab bersama.

"Karena kondisi kota kita yang banyak sampah, Kota Pekanbaru sudah lama tak dapat Adipura. Ini tanggung jawab kita bersama, tanggung jawab masyarakat. Jangan urusan sampah ini hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kebersihan. Kita semua juga punya tanggung jawab yang sama demi kebersihan kota," kata Syamsuar.

Syamsuar menyatakan persoalan sampah harus dituntaskan secara bersama-sama. Oleh sebab itu, dia mengatakan bakal membantu membersihkan Pekanbaru agar tahun depan bisa mendapat Adipura.

"Kita harus bersinergi untuk menjaga kebersihan. Saya akan tetap membantu untuk ikut bersama dalam membersihkan kota. Dengan harapan, tahun depan kota kita bisa meraih Adipura," katanya.

Dia pun menyarankan Wali Kota Pekanbaru menambah tempat pembuangan sampah (TPS) sementara. Dengan demikian, diharapkan masyarakat tidak membuang sampah sembarangan.

"Maunya memang ada TPS sementara, sehingga sampah masyarakat bisa dibuang di sana, biar warga pun tak membuang sampah di sembarang tempat. Saya lihat memang minim TPS sementara," kata Syamsuar.



Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:37

    Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

    Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:23

    Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.

    Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr

  • Sabtu, 16 Mei 2026 15:03

    Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya

    JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:51

    Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

    SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:36

    Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.

    JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.