Minggu, 17 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Hadapi Teror, Indonesia Lebih Tenang Dibanding Paris

Hadapi Teror, Indonesia Lebih Tenang Dibanding Paris

Sabtu, 16 Jan 2016 15:12
Dok. Okezone
JAKARTA - Aksi kelompok teror yang berusaha menggetarkan warga Jakarta ternyata tidak membuahkan hasil yang maksimal. Pasalnya warga Ibu Kota bahkan Indonesia sama sekali tidak takut menghadapi teror yang terjadi di Kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Bahkan di media sosial, netizen ramai menyuarakan rasa tidak takutnya dengan hashtag #kamitidaktakut.

"Bom Sarinah hanya terjadi dalam hitungan jam, bahkan setelah itu malah jadi bahan tertawaan di media sosial," kata Direktur PPIM Universitas Islam Negeri, Ali Munhanif dalam diskudi di Gado-Gado Boplo, Jakarta Pusat, Sabtu (16/1/2016).

Ali mengatakan, mungkin hal itu cara bagi warga Indonesia menertawakan hidupnya. Namun bukan berarti itu tak baik, justru hal itulah yang membuat kondisi psikologis warga Indonesia tegar dan tidak takut.

Menurutnya, tenangnya sikap masyarakat Indonesia lantaran mereka percaya kepada pernyataan Pemerintah yang bisa melindungi Indonesia.

"Pemerintah kan bilang 'jangan takut Indonesia tidak boleh kalah'. Pernyataan itu membuat psikologi Indonesia tenang," ujarnya

Dia mencontohkan, beberapa bulan lalu Prancis juga merasakan teror yang dilakukan kelompok radikal ISIS. Namun kala itu, warga Prancis merasakan syok yang tiada henti.

"Dibanding Paris, kita lebih tenang. Mereka setelah ada bom syok, karena apa? Paris adalah sebuah negara dengan kekayaan militer, intelijen dan pendanaan yang baik tiba-tiba ada kecolongan. Yang membuat mereka syok itu karena ketakutan mereka terlalu lama," jelasnya.

Tidak hanya itu, pada hari kejadian Presiden Indonesia Joko Widodo sempat melakukan kunjungan kerja ke Jawa Barat namun langsung kembali lantaran ada teror bom, dia menyempatkan diri mendatangi lokasi tanpa menggunakan rompi anti peluru di badannya.

Tidak hanya dia, beberapa anggota kepolisian pun bahkan tidak menggunakan pengamanan itu di badannya. Keberanian mereka mengatasi teror membuat masyarakat merasa tenang.

"Mereka datang tanpa pakai rompi, begitu bersedia menghadapi hidup dan mati. Efek psikologi itu sangat penting," tutupnya.

(okezone.com)
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:37

    Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

    Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:23

    Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.

    Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr

  • Sabtu, 16 Mei 2026 15:03

    Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya

    JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:51

    Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

    SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:36

    Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.

    JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.