Ini Sebab Polisi Jadi Target Kelompok Teroris
Senin, 15 Feb 2016 18:27
JAKARTA - Polisi disebut sebagai target dari kelompok terorisme. Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis TNI, Laksda Soleman Ponto menyebutkan, hal itu akibat kebiasaan Polri yang kerap membunuh pelaku teror.
Bahkan kemarin, Minggu 14 Februari 2016, aparat kepolisian baru saja menembak mati terduga teroris kelompok Santoso di Desa Sanginora, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Poso, Sulawesi Tengah.
"Terbunuh (masih) terduga. Hanya dugaan, tapi terbunuh gimana itu? Coba kalau itu saudara kita, sakit hati kan? Apalagi daerah Poso sana daerah kecil. Satu kota bisa sakit hati semua," kata Soleman saat dihubungi Okezone, di Jakarta, Senin (15/2/2016).
Menurutnya, penanganan yang baik saat bertemu dengan terduga teroris ialah menangkapnya hidup-hidup, bukan ditembak mati. Ia sangat menyayangkan sikap Polri yang kerap membunuh terduga teroris. Baginya, hal itu justru menimbulkan persoalan baru.
"Kalau dia buru orang yang belum tentu melakukan, dia menimbulkan masalah baru. Berarti dia membunuh berdasarkan dugaan kan? Nah, kalau berdasarkan dugaan kemudian tidak terbukti atau buktinya kecil kemudian dipaksakan, yang ada jadi rekayasa," serunya.
Umumnya, alasan polisi menembak mati terduga teroris lantaran dia telah membahayakan anggota. Soleman mengaku tak sependapat atas hal itu. Ia menilai kalimat itu hanyalah pembelaan.
"Kalau polisi terbunuh saat penangkapan ya itu risiko tugas. Jangan masuk polisi kalau tidak ingin terbunuh. Sama dengan tentara, jangan masuk tentara kalau tidak ingin terbunuh di medan pertempuran," tuturnya.
PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi
Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b
Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik
JAKARTA-Dewan Pers menggelar diskusi bertajuk “Membaca Kasus Magdalene.id dari Kacamata Pers” di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mem
Aklamasi, Purnomo Yusgiantoro Nahkodai DPP IKAL Lemhannas
Jakarta-Prof Dr Ir Purnomo Yusgiantoro MSc MA PhD IPU terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas) periode 2025-2030.Menteri Perta
Kemenhan Fasilitasi Retret Bela Negara 200 Wartawan Sambut HPN 2026
JAKARTA-Kementerian Pertahanan RI bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyiapkan retret khusus wartawan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada akhir Januari atau awal Febr
Dukung Kelancaran Operasi Hulu Migas, 13 Sertipikat Hak Pakai Lahan WK Rokan Diserahkan kepada PHR
Jakarta-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 " Sumatra kembali menerima Sertipikat Hak Pakai (SHP) atas Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah hulu migas di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Provinsi Ri