Minggu, 17 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Istana: Tak Ada Kompromi Bagi KKB Egianus Kogoya

Nasional

Istana: Tak Ada Kompromi Bagi KKB Egianus Kogoya

Jumat, 07 Des 2018 15:53
Detik.com
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko
Jakarta - Istana menanggapi tentang maksud Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya yang ingin memisahkan Papua dari Indonesia. Lalu, apa respons pemerintah?

"Kita atau pemerintah tidak ada negosiasi tentang kedaulatan dan tidak ada kompromi dengan tindakan makar untuk memisahkan diri dari NKRI," ujar Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko melalui pesan singkat kepada detikcom, Jumat (7/12/2018).

Di sini lain, Moeldoko mengatakan pemerintah tidak akan menghentikan proyek pembangunan Trans Papua. Perintah tersebut langsung diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Dan (kami) juga tidak akan berhenti membangun jalan Trans Papua walaupun ada ancaman, karena tekad Presiden Jokowi sangat jelas dan bulat untuk segera melakukan pemerataan kesejahteraan di segala bidang," kata mantan Panglima TNI ini.

Kini, Jokowi menginstruksikan TNI dan Polri untuk menangani peristiwa tersebut. Istana akan menunggu laporan yang diberikan.

"Tugas itu diberikan kepada aparat untuk menyelesaikan, Presiden akan menerima laporan," ujar Moeldoko.

Sebelumnya, Juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Sebby Sambom mengatakan, jauh sebelum penembakan mengerikan di Nduga tersebut, mereka telah memperingatkan agar pembangunan jalan Trans Papua tidak dilanjutkan.

Saat disinggung pembangunan jalan itu untuk kesejahteraan warga Papua, Sebby mengatakan pihaknya tidak butuh pembangunan yang disetir pemerintah Indonesia. Sebby menekankan masalah yang terjadi di Papua bukan soal kesejahteraan, tapi masalah politik. Maka kelompok yang dipimpin Egianus Kogoya ini menolak semua bentuk pembangunan.

Mereka juga tidak mau berkompromi terhadap penawaran apapun. Mereka hanya punya satu tuntutan yang mengancam keutuhan bangsa Indonesia, yakni ingin memisahkan diri dari republik ini. "Berikan kesempatan untuk kami merdeka sendiri," ujar Sebby saat dihubungi detikcom, Kamis (6/12).


(detik.com)
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:37

    Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

    Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:23

    Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.

    Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr

  • Sabtu, 16 Mei 2026 15:03

    Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya

    JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:51

    Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

    SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:36

    Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.

    JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.