Minggu, 17 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • JK: Novel Baswedan Kecewa Wajar Saja, Tapi Cari Bukti Bukan Pekerjaan Mudah

Nasional

JK: Novel Baswedan Kecewa Wajar Saja, Tapi Cari Bukti Bukan Pekerjaan Mudah

Kamis, 11 Apr 2019 11:56
Detik.com
Tim blak blakan mewawancarai Wakil Presiden RI M Jusuf Kalla
JAKARTA - Hari ini genap 2 tahun kasus teror penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan tidak kunjung terungkap. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengakui tidak mudah mengungkap kasus ini.

JK mengatakan, dirinya juga ikut prihatin teror terhadap Novel ini tidak kunjung terungkap. Dia mengakui Polri belum mencapai hasil yang maksimum.

"Ya mudah-mudahan setelah habis pemilu ini bergerak lagi," kata JK saat diwawancarai tim Blak Blakan detikcom di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (10/11/2019).

"Kita juga prihatin. Bahwa novel kecewa itu wajar saja. Tapi mencari bukti-bukti juga kan bukan pekerjaan yang mudah," sambung JK.

JK menilai pengungkapan kasus ini memang tidak mudah. Namun dia meyakini Polri bekerja profesional. "Walaupun pekerjaan yang sulit, kalau kita lihat Densus yang sulit-sulit pun dapat ditangkap. Mudah-mudahan ini juga bisa dapat," ucapnya.

Selain teror terhadap Novel, sejumlah mantan dan pimpinan KPK lainnya juga pernah mengalami teror. Namun semua kasusnya juga sama, hingga kini belum terungkap. Apa kata JK soal ini?

"Ya mudah-mudahan lah.....Tapi itu bukan hanya di Indonesia. Justru kalau di Hong Kong antara polisi dan KPK-nya yang baku tembak," ucap JK.

Novel saat diwawancarai tim Blak Blakan detikcom sebelumnya berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). Sebab bila cuma Tim Gabungan seperti yang dibentuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian awal Januari lalu, dia meragukan integritas dan independensinya. Sebab di dalam Tim itu bercokol beberapa penyidik asal kepolisian yang oleh Komnas HAM telah direkomendasikan melakukan abuse of process.

"Pak Kapolri sudah membiarkan selama dua tahun, masak Pak Kapolri yang terus disuruh menyelesaikan," kata Novel saat ditemui detikcom di kediamannya, Senin (8/4) malam.

Ia menyebut, serangan-serangan atau teror kepada KPK semakin lama semakin meningkat. Tujuannya melemahkan KPK dan menghambat penanganan perkara-perkara. "Ini berbahaya, karena itu sangat beralasan ketika saya menyampaikan, Bapak Presiden mestinya bersikap, tidak boleh diam saja," ujarnya.

Novel menegaskan dirinya terus menyuarakan hal ini, terutama di masa kampanye, untuk memberikan kesempatan kepada Presiden Jokowi menunjukkan komitmen dan keberpihakannya kepada KPK dalam memberantas korupsi. Sebab berkaca dari keberhasilan lembaga-lembaga antikorupsi di banyak negara, selalu ada sokongan yang kuat dari pemerintahnya. "Pasti di situ kepala negaranya mendukung penuh," ujarnya.

Novel disiram air keras pada 11 April 2017 usai salat subuh di Masjid Al Ihsan yang berjarak sekitar 4 rumah dari rumah Novel. Rumah Novel berada di Jalan Deposito T nomor 8, RT 03 RW 10, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Saat itu, Novel mengikuti salat subuh berjamaah pukul 04.39 WIB di Masjid Al Ihsan. Ketua RT 03 saat itu, Wisnu Broto, mengatakan Novel pulang lebih dulu usai salat subuh.

Pukul 05.10 Novel disebut meninggalkan masjid untuk kembali ke rumahnya. Tak berapa lama, terdengar suara teriakan yang membuat jemaah yang masih berada di masjid berhamburan keluar. Warga kemudian menolong Novel dan membawanya ke RS Mitra Keluarga Kelapa Gading. Novel pun menjalani perawatan intensif di Singapura.


Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:37

    Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

    Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:23

    Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.

    Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr

  • Sabtu, 16 Mei 2026 15:03

    Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya

    JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:51

    Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

    SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:36

    Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.

    JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.