Minggu, 17 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Jessica Tolak Rekonstruksi Versi penyidik Polisi tak masalah

Jessica Tolak Rekonstruksi Versi penyidik Polisi tak masalah

Selasa, 09 Feb 2016 12:24
Merdeka.com
Jessica rekonstruksi di Olivier Cafe
JAKARTA-Polda Metro Jaya kembali melakukan rekontruksi kematian Wayan Mirna Salihin (27), pada Minggu (7/2) kemarin. Dalam rekontruksi ini, tersangka Jessica Kumala Wongso (27) menolak melakukan adegan versi penyidik.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Muhammad Iqbal, menganggap sah-sah Jessica menolak.

"Tersangka J itu berbeda itu wajar dan sah. Tersangka J tak ingin ikut rekonstruksi versi penyidik, dan kami tentunya berdasarkan fakta bukan pandangan dan asumsi," kata Iqbal di Polda Metro Jaya, Selasa (9/2).

Ditegaskannya, Jessica ataupun seluruh warga negara berhak menolak rekonstruksi yang dilakukan penyidik. Namun pihaknya tetap memberlakukan SOP yang diterapkan.

"Kami minta penandatanganan berita acara penolakan, penyidik kasus ini tak terlalu membutuhkan pengakuan karena kami ingin membuktikan alat bukti yang kuat akan kami kuatkan lagi. Sehingga kasus ini setelah rekonstruksi versi penyidik ini adalah fakta, kalau berdasarkan versi J silakan saja. Saya kira itu," jelasnya.

Ditambahkannya, Jessica tak membeberkan banyak alasan kenapa menolak. Dia hanya mengatakan tak sepakat dengan rekonstruksi yang dilakukan penyidik.

"Rekonstruksi itu bagian adalah mencocokkan men-sinkronkan semua fakta yang ada. Fakta itu dengan alat bukti yang dimiliki seperti keterangan saksi, keterangan saksi ahli, surat petunjuk, dokumen, semua kami kumpulkan. Kami sinkronkan dengan fakta yang ada," ungkapnya.

Meski sudah dilakukan pra rekonstruksi dan rekontruksi, bukan tidak mungkin akan dilakukan kembali selama ada bukti yang dianggap belum cukup.

Lanjut Iqbal, meski Jessica menolak untuk melakukan rekontruksi versi penyidik, tetap kedua rekontruksi itu nantinya akan dibawa ke pengadilan.

"Dua-duanya kami bawa ke pengadilan. Tapi tentunya penyidik tak mengejar pengakuan, kami berdasarkan bukti dan kuatkan pembuktian. Keterangan tersangka tak menjadi sangat penting buat kami," tutupnya.
[merdeka.com]
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:37

    Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

    Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:23

    Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.

    Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr

  • Sabtu, 16 Mei 2026 15:03

    Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya

    JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:51

    Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

    SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:36

    Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.

    JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.