nasional
Jokowi Bertemu Pimpinan Ormas Keagamaan, Demo Mahasiswa Ikut Dibahas
detik.com
Kamis, 26 Sep 2019 15:00
Pertemuan digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (26/9/2019). Dalam pertemuan itu hadir di antaranya Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zainy, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Ignatius Suharyo, Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pdt Dr Henriette Tabita Lebang.
Kemudian, Ketua Umum Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Arief Harsono, Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) Ws Budi Santoso Tanuwibowo, Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya. Pertemuan juga dihadiri Kepala Staf Presiden Moeldoko.
"Terakhir tentunya yang dibahas mengenai perkembangan terakhir yaitu adanya demonstrasi gerakan mahasiswa di sejumlah daerah. Intinya bagi kami semua melihat bahwa gerakan mahasiswa adalah suatu gerakan moral force. Mereka sebagai agent of change sebagai agen perubahan yang kita harapkan kemurnian dari gerakan ini, tentu akan terus dapat diperjuangkan," kata Helmy usai pertemuan.
"Meski kami juga berharap agar gerakan mahasiswa betul-betul dapat dihindarkan dari adanya kepentingan tertentu yang ingin menunggangi agenda-agenda tersebut," sambung dia.
Dalam pertemuan itu, para tokoh juga memberikan masukan kepada Presiden. Masukan utamanya agar Presiden mengedepankan dialog dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi.
"Yang kami garis bawahi tadi adalah pentingnya dialog yang ditempatkan dalam bingkai NKRI. Kepentingan bangsa yang perlu kita utamakan. Sehingga kalau kepentingan bangsa itu menguasai hati kita maka-maka cara-cara kita mengemukakan pendapat juga akan mementingkan kepentingan bangsa. Itu yang kami sampaikan," tutur Ketua PGI Henriette.
"Dan kami berkesan bahwa itu juga yang dilakukan bapak presiden. Mencoba untuk berdialog. Berdialog secara kultural," sambung dia.
Selain itu, para tokoh bangsa juga memberikan masukan terkait RUU dan UU yang dinilai bermasalah. Ketua PGI Romo Suharyo mengungkapkan para tokoh menyampaikan pentingnya diskusi dengan berbagai macam kepentingan. Hal itu, kata dia, juga sejalan dengan sikap Jokowi.
"Diskusi berbagai macam kepentingan. Jadi Bapak Presiden, bercerita yang merangcang KUHP itu profesor-profesor dari berbagai macam perguruan tinggi di Indonesia. Sudah sejak lama, sudah sejak 56 tahun. Dan tadi beliau katakan, tinggal memilih kepastiannya kan kita tidak mau pakai UU Kolonial, tetapi memakai UU yang disusun oleh negara kesatuan RI yang menyusun sekali lagi para ahli hukum, pakar-pakar, profesor-profesor," papar Romo Suharyo.
"Tetapi Pak Jokowi sebagai presiden berprinsip masuk dari masyarakat, masukan dari lembaga manapun akan didengarkan. Dan akan didiskusikan sampai waktunya nanti akan disahkan. Entah kapan," sambung dia.
Drone Rusia Hantam Apartemen di Negara Anggota NATO, Lukai 2 Orang
GALATI-Sebuah drone milik Rusia menghantam kota di tenggara Rumania selama serangan pada Kamis (28/5/2026) malam terhadap Ukraina, menurut keterangan dari Bukares. Ini adalah pertama kalinya dalam per
PTPN IV-LAM Riau Perkuat Sinergi Berbagi Keberkahan Hari Raya Kurban
PEKANBARU-PTPN IV Regional III memperkuat sinergi sosial bersama Lembaga Adat Melayu Riau melalui penyaluran bantuan hewan kurban dan dukungan kegiatan sosial menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijria
Harga Minyakita di Pekanbaru Masih di Atas HET, Wako Pekanbaru Siapkan Langkah Antisipasi
PEKANBARU-Harga Minyakita di sejumlah pasar di Pekanbaru masih terbilang tinggi mencapai Rp 20.000 per liter.Padahal Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita di pasaran hanya Rp 15.700 per liter.Walikot
Ibu Angkat Tidak Mau Damai, Sang Anak Mendekam di Penjara Usai Curi Duit Rp 80 Juta
PASIR PENGARAIAN - A.F alias A harus merasakan dinginnya jeruji penjara atas perbuatannya yang mencuri uang orangtua angkatnya. Sang orangtua angkat tidak mau berdamai dalam kasus ini."Kasusnya jalan.
Sakit Hati Dimarahi Saat Cari Barang Bekas, Remaja di Bengkalis Bakar Rumah Warga, 2 Orang Tewas.
BENGKALIS-Karena sakit hati dimarahi pemilik rumah, remaja di Kecamatan Bukit Batu nekat membakar rumah semi permanen di Desa Batang Duku kecamatan Bukit Batu Bengkalis, Rabu (27/5) dini hari lalu.Aki
