Minggu, 17 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Jokowi Minta Pendamping PKH Dikirim ke Luar Negeri

Nasional

Jokowi Minta Pendamping PKH Dikirim ke Luar Negeri

Kamis, 13 Des 2018 11:05
Detik.com
Presiden Jokowi saat memberikan arahan dalam rangka Jambore Sumber Daya PKH di Istana Negara
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dikirim ke luar negeri. Para pendamping PKH nantinya akan diseleksi.

"Saya titip, saya minta ada seleksi di pendamping PKH ada yang kita kirim ke luar negeri. Bisa sekolah, bisa training, bisa melihat dan membandingkan negara lain seperti apa dan kita harus mengambil posisi seperti apa supaya terbuka wawasan sehingga memiliki semangat tinggi," ujar Jokowi saat memberikan arahan dalam rangka Jambore Sumber Daya PKH di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (13/12/2018).

Apalagi, kata Jokowi, pemerintah memproyeksikan pembangunan sumber daya manusia (SDM) pada tahun 2019. PKH adalah salah satu program yang ditujukan untuk pembangunan SDM.

Kepada para pendamping, Jokowi menyampaikan anggaran PKH tahun 2019 mencapai Rp 34 triliun. Anggaran yang menurut Jokowi sangat besar.

"Tahun depan anggaran PKH loncat jadi Rp 34 triliun dari Rp 18 triliun. Ini duit gede banget. Rp 34 triliun uang gede sekali. Oleh sebab itu dampingi karena bapak ibu sekalian sangat sangat berkepentingan sekali untuk menghilangkan kemiskinan dari negara kita Indonesia," ujar Jokowi.

Pendamping juga diminta mengajari keluarga penerima untuk mengelola keuangannya. Uang dari PKH bisa dipakai untuk keperluan usaha.

"Kemarin ketemu di Jakarta Timur, jualan gorengan boleh, begitu disuntik PKH katakan modal Rp 250 ribu, tingkatkan jadi Rp 500 ribu sehingga omzet besar. Atau buka warung. Di Bogor misalnya ada yang jualan nasi uduk, begitu dapat PKH bisa juga jual bakso. Income tambah dari nasi uduk, dari bakso," terang Jokowi.


(detik.com)
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:37

    Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

    Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:23

    Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.

    Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr

  • Sabtu, 16 Mei 2026 15:03

    Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya

    JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:51

    Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

    SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:36

    Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.

    JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.