Senin, 18 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Kapolri Gandeng Dunia Internasional Berangus Terorisme

Nasional

Kapolri Gandeng Dunia Internasional Berangus Terorisme

Jumat, 25 Mei 2018 09:26
Ist
Kapolri Jenderal Tito Karnavian

JAKARTA - Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian belum lama ini mengundang sejumlah duta besar ke kediamannya untuk menjelaskan penanganan kasus terorisme di Indonesia beserta kondisi keamanan nasional pasca-kejadian bom Surabaya, Jawa Timur.

Langkah cepat diadakannya pertemuan tersebut guna memberikan rasa aman kepada masyarakat dan menjamin suasana tetap kondusif agar kepercayaan internasional tetap terjaga. Apalagi, pasca-kejadian bom Surabaya, Densus 88 berhasil menangkap 74 terduga teroris di berbagai daerah.

Dalam pertemuan itu, Tito memastikan kepada para pejabat Kedubes akan kondisi keamanan nasional yang hingga kini sangat terkendali. Ia lantas mengajak seluruh yang hadir untuk bersama-sama memerangi terorisme.

Sebab, kejahatan luar biasa ini sudah jadi fenomena internasional yang tidak saja menyasar Indonesia.

Tito mengatakan, aksi teror yang terjadi di Indonesia mencuat karena perintah ISIS yang saat ini terdesak. Kondisi itu kemudian memintas seluruh sel-sel jaringannya untuk bergerak serentak.

"Rangkaian teror bom ini merupakan aksi yang diminta oleh ISIS yang saat ini terdesak, teror dilakukan serentak tak hanya Indonesia beberapa negara juga telah terjadi pemboman," ujar Tito dalam keterangannya, Jumat (25/5/2018).

Mantan Kapolda Metro Jaya itu menjelaskan, motif di balik aksi teror bom ini diduga karena di tingkat internasional ISIS ditekan oleh kekuatan baik dari Barat seperti Rusia dan negara lainnya. Sehingga, keadaannya terpojok dan memerintahkan semua jaringan untuk melakukan serangan pada seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Di Indonesia sendiri, katanya, ada dua macam kelompok terkait dengan ISIS yang menjadi ancaman. Pertama, kelompok sel-sel JAD dan JAT. Beberapa di antara mereka ada yang kembali berangkat ke Suriah atau tertangkap oleh otoritas Jordani dan Turki atau sekitar Suriah.

Menurutnya, ada sekitar 1.100 lebih yang pergi ke Suriah. Kemudian yang dideportasi ke Indonesia berjumlah 500 lebih.

"Ini menjadi tantangan bersama karena mindset mereka adalah ideologi ISIS," tandasnya.

(okezone.com)

nasional
Berita Terkait
  • Senin, 18 Mei 2026 16:42

    Rumah di Tengah Kebun Terbakar, Ayah dan Anak di Musi Banyuasin Tewas Terjebak

    Satu unit rumah di Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatra Selatan, ludes terbakar dalam sebuah peristiwa kebakaran yang juga menelan korban jiwa.Dua penghuni ru

  • Senin, 18 Mei 2026 16:30

    Komdigi Blokir 3.000 Nomor Telepon Terindikasi Penipuan, Ada yang Catut Nama Anggota DPR

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menyebut bahwa pihaknya telah memblokir 3.000 nomor telepon terindikasi penipuan (scam call) dengan modus mencatut nama pejabat publik, termas

  • Senin, 18 Mei 2026 16:17

    Antrean Penyeberangan RoRo Bengkalis Padat di Penghujung Libur Panjang, Dishub Tambah 2 Trip.

    BENGKALIS-Kepadatan antrean pasca libur panjang akhir pekan sempat terjadi di pelabuhan RoRo Sungai Selari Kecamatan Bukit Batu, Minggu (17/5) malam kemarin.Kepadatan terjadi karena ramainya arus bali

  • Senin, 18 Mei 2026 16:02

    Breaking News: Korporasi Sawit di Pelalawan Ditetapkan Jadi Tersangka Pengrusakan Lingkungan.

    PEKANBARU-PT Musim Mas, di Pelalawan, Provinsi Riau, ditetapkan sebagai tersangka korporasi kejahatan lingkungan hidup.Perusahaan sawit ini melakukan aktivitas terlarang, dengan membuka perkebunan kel

  • Senin, 18 Mei 2026 15:53

    Mobil Pribadi Mogok Ditengah Banjir di Sontang Rohul, Ditarik Truck Minyak.

    PASIR PENGARAIAN-Banjir di jalan lintas Sontang, Rohul - Duri, Bengkalis kembali makan korban.Sebuah mobil pribadi mogok ditengah-tengah banjir.Kejadian tersebut terjadi pada Jumat pekan lalu (15/5/20

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.