Nasional
Kemnaker Perbanyak Jumlah Tenaga Kerja Bersertifikasi
Laporan : Joko prasetyo
Sabtu, 08 Des 2018 09:36
Hanif mengatakan hal tersebut usai menjadi pembicara seminar nasional "Kinerja Pemerintahan 4 Tahun Jokowi-Jusuf Kall dalam peningkatan kualitas tenaga kerja Indonesia" di Gedung B lantai 3 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Serang, Banten, Jum'at (7/12/2018).
"Kita terus genjot massifikasi agar jumlah tenaga kerja skilled makin banyak. Lalu sertifikasi sehingga mereka diakui industri. Sertifikasi ini tentu ditambah standar yang ada di industri, " kata Hanif.
Dalam acara yang digagas Kantor Staf Kepresidenan dan Kominfo ini, Hanif menambahkan menghadapi industri 4.0, Hanif Dhakiri meyakini seluruh daerah masih membutuhkan waktu penyesuaian mengingat pihak industri pun belum seluruhnya belum menggunakan industri 4.0.
"Tak perlu khawatir karena saya sudah konfirmasi Kadin dan Apindo belum semua menggunakan industri 4.0. Tapi arahnya tetap ke sana, " katanya.
Karenanya lanjut Hanif Dhakiri perlu disiapkan anak-anak muda dengan skill-skill baru sesuai kebutuhan industri 4.0. "Karena ciri industri 4.0 kombinasi antara SDM, mesin dan big data, maka anak-anak muda kita harus dibuat friendly dengan dunia internet, teknologi sehingga mereka bisa memgembangkan peran-peran tertentu yang tidak bisa diambil oleh mesin, " katanya.
Meski masih membutuhkan waktu lanjut Hanif, penyiapan tenaga kerja skilled yang relevan industri 4.0 menjadi sangat penting. "Setiap mengalami revolusi industri selalu dipenuhi kekhawatiran. Tapi pada akhirnya manusia tetap survive dengan perubahan-perubahan, karena ada banyak hal yang tidak bisa digantikan komputer, " katanya.
Di depan sekitar 500 mahasiswa Untirta, Hanif mengatakan karakter industri 4.0 telah berubah. Dari semula berbasis modal dan sumber daya alam, sekarang karakter industri menjadi berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, SDM dan kolaborasi.
Hanif menegaskan dalam era industri 4.0 yang cepat akan mengalahkan yang lambat dan siapa yang responsif terhadap perubahan akan mengalahkan yang tidak responsif.
Volume pelatihan vokasi meningkat sebanyak 4 kali lipat dati 92.236 di tahun 2015 menjadi 383.132 pada Oktober 2018.
Turut hadir dalam seminar Rektor Untirta Banten Sholeh Hidayat, Yanuar Nugroho, (Deputi II Kepala Staf Kepresidenan), Gati Wibawaningsih (Dirjen Industri Kecil dan Menengah Kemenperin), Abdul Hamid (Dewan Riset Daerah Provinsi Banten) dan Kabag TU BBPLK Serang Vidi Arga Utomo.(jok)
Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup
Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia
Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.
Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr
Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya
JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun
Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas
SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.
JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta