Jumat, 24 Apr 2026
  • Home
  • Nasional
  • Ketum PA 212 Berharap Alfian Tanjung Divonis Bebas

Nasional

Ketum PA 212 Berharap Alfian Tanjung Divonis Bebas

Rabu, 02 Mei 2018 14:55
Detik.com
Sidang Alfian Tanjung
Jakarta - Ketum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif berharap Alfian Tanjung divonis bebas. Alfian dituntut 3 tahun penjara atas dakwaan pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Kami dari 212 berharap mudah-mudahan Alfian Tanjung akan divonis bebas dan dibebaskan dari segala tuntutan yang ada," kata Slamet di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Bungur Besar Raya, Rabu (2/5/2018).

Slamet Maarif menyebut apa yang disampaikan Alfian dalam pleidoinya tentang kebangkitan PKI merupakan hal yang nyata. Dia berharap nota pembelaan (pleidoi) Alfian bisa menjadi pertimbangan dalam putusan majelis hakim.

"Tadi dia sampaikan pleidoi tentang bagaimana indikasi kuat tentang kebangkitan komunis di Indonesia. Mudah-mudahan majelis hakim bisa mendengar dengan hati nuraninya bahwa fakta dan indikasi itu memang ada, kuat dan nyata," sambungnya.

Slamet juga mengajak Alumni 212 memberikan dukungan kepada Alfian dengan menghadiri persidangan. Alfian menurutnya harus mendapatkan dukungan.

"Kepada Alumni 212 jangan biarkan Alfian Tanjung berjuang sendiri. Mari kita bersama-sama kita support beliau dan kita berharap di sidang terakhir tentang vonis akan disupport," ujar Slamet.

Alfian Tanjung dituntut 3 tahun penjara dan denda Rp 100 juta. Alfian diyakini jaksa terbukti melakukan ujaran kebencian lewat cuitan 'PDIP 85% isinya kader PKI' di akun Twitter.

Jaksa menyebut kalimat cuitan dari twitter Alfian mempunyai makna provokatif yang dapat membangkitkan rasa marah dan kebencian terhadap PDIP.

Alfian disebut jaksa melanggar Pasal 29 ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Sedangkan Alfian dalam pleidoinya menegaskan cuitannya soal PDIP merupakan ekspresi kekhawatiran terhadap kebangkitan PKI. Antek-antek PKI menurutnya terus bergerak hingga saat ini.

"Cuitan saya tentang PDIP 85 % merupakan ekspresi kekhawatiran saya dari berbagai temuan saya. Apalagi sejak 1998 awal reformasi dengan berbagai upaya gerombolan anti Tuhan ini terus bergerak seperti virus atau roh jahat yang menyusup ke berbagai kalangan," ujarnya.


(detik.com)
nasional
Berita Terkait
  • Jumat, 24 Apr 2026 18:45

    4 Cara Bikin Tummy Time Jadi Momen Seru, Bukan Drama!

    EMPAT cara bikin tummy time jadi momen seru akan diulas Okezone dalam artikel ini. Tummy time atau sesi melatih bayi tengkurap sering kali menjadi momen yang menantang bagi or

  • Jumat, 24 Apr 2026 18:43

    Wisatawan Indonesia Mulai Lirik Australia, Tren Sportcation Ikut Meningkat

    JAKARTA â€" Minat wisatawan Indonesia untuk berkunjung ke Australia menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan laporan Consumer Demand Project 2025 dari Tou

  • Jumat, 24 Apr 2026 18:40

    Penelitian Ungkap Risiko Kehilangan Massa Otot pada Penggunaan Obat Diet

    JAKARTA â€" Studi terbaru menyoroti adanya perbedaan dampak dari penggunaan obat penurun berat badan (diet) terhadap kondisi tubuh, khususnya terkait massa otot. Temuan ini menunjukkan bahwa penu

  • Jumat, 24 Apr 2026 18:38

    Mitos atau Fakta: Tubuh Terkilir dan Bengkak Gara-Gara Cedera Sebaiknya Langsung Diurut?

    BANYAK orang masih percaya bahwa cedera seperti terkilir atau bengkak sebaiknya langsung diurut agar cepat sembuh. Praktik ini sudah lama menjadi kebiasaan turun-temurun di ma

  • Jumat, 24 Apr 2026 18:33

    Pekerja Waspada! Kemenkes Ungkap Demam Berdarah Dengue Bisa Terjadi di Tempat Kerja

    JAKARTA - Demam Berdarah Dengue (DBD) sering kali identik dengan lingkungan rumah atau permukiman padat. Padahal, risiko penularan penyakit yang disebabkan virus dengue ini juga dapat terjadi di

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.