Sabtu, 30 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Kisah Guru SD Negeri Miangas Rela Tunggu 2 Minggu untuk Ambil Gaji

nasional

Kisah Guru SD Negeri Miangas Rela Tunggu 2 Minggu untuk Ambil Gaji

detik.com
Jumat, 27 Sep 2019 14:09
detik.com
Miangas - Bagi Wensareawen S A R, berprofesi sebagai seorang guru adalah panggilan hati. Ia sudah menjadi tenaga pengajar selama 12 tahun, dimulai dengan menjadi guru honorer hingga akhirnya diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Wen, begitu ia biasa disapa, mengaku tetap ingin mengabdi sebagai seorang pendidik hingga sekarang.

Kepada detikcom, wanita asal Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, ini berkisah soal suka-dukanya mengajar di SD Negeri Miangas-pulau terdepan di utara Indonesia.

Saat menjadi guru honorer pada 2007-2013, ia pernah dibayar dengan upah Rp 3.000 per jam dengan lama waktu mengajarnya berkisar antara 150-164 jam per bulan.

Butuh waktu 6 tahun lebih hingga akhirnya ia diangkat menjadi PNS. "2014 saya sudah mengikuti tes CPNS, sudah terangkat sekarang. 2015 saya sudah jadi pegawai negeri," ungkapnya saat ditemui di SD Negeri Miangas beberapa waktu lalu.

Jauhnya jarak yang terbentang antara Miangas dengan ibu kota Kabupaten Talaud membuat segalanya menjadi tak mudah. Salah satunya, dalam hal penerimaan upah atau bulanan.

Wen bercerita, hasil jerih payahnya itu baru bisa ia terima setelah bendahara sekolah berangkat ke Melonguane untuk mengambil gaji para guru, dan kembali ke Miangas berhari-hari setelahnya.

"(Perjalanan) bendahara (dalam mengambil gaji) paling lama 2 minggu, tapi saya menunggu, saya juga tetap setia, tetap mengajar karena itu tanggung jawab sebagai orang pendidik," tuturnya.

Gaji guru PNS di Miangas memang ditransfer melalui bank lokal yang hanya dapat ditemui di Melonguane. Lantaran itu, tiap bulannya, sekolah perlu mengutus seorang bendahara untuk pergi ke sana.

Dari Miangas, bendahara sekolah harus menempuh perjalanan laut sejauh 110 mil yang bisanya menghabiskan waktu 36 jam. Namun, itu pun masih tak pasti. Jika gelombang besar datang, perjalanan dipastikan akan memakan waktu lebih lama karena kapal Perintis yang membawa penumpang tidak berani berlayar.

Para guru PNS, termasuk Wen, hanya pasrah menitipkan buku rekening mereka untuk mencairkan gaji si Melonguane. Selanjutnya bendahara akan mengambil gaji di bank lokal kemudian membawanya lagi ke Miangas lewat kapal.

Namun, sejak bank BRI hadir di Miangas tahun 2018, kondisi berubah drastis. Semua menjadi lebih mudah dan cepat. Jika sebelumnya, gaji baru diterima setelah bendahara sekolah kembali ke Miangas, kini gaji bisa dicairkan setelah sang bendahara mentrasfernya dari Melonguane.

Beberapa guru pun membuka rekening BRI dan memilih untuk menerima gaji yang ditransfer bendahara dari Melonguane ke BRI di Miangas.

"Jadi buku (rekening bank lokal)saya hanya titip pengurusan per bulan (ke) bendahara di Kabupaten Kepulauan Talaud. Saya hanya terima di bank BRI Miangas karena untuk nafkah saya," ujarnya.

Meski sekolah masih tetap harus mengirim bendahara ke luar pulau, Wen bersyukur ada bank BRI di Pulau Miangas. Sebab, kini ia bisa bertransaksi dengan mudah lewat BRI. Anaknya yang berada di luar pulau pun bisa mengirimkan uang dengan mudah kepadanya.

"Harapan saya gaji bisa (langsung) transfer ke BRI supaya (lebih) mudah, karena di sini (hanya) ada BRI saja," pungkasnya.

detikcom bersama Bank BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas perkembangan infrastruktur, ekonomi, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan. Untuk mengetahui informasi dari program ini, ikuti terus berita tentang Tapal Batas di tapalbatas.
nasional
Berita Terkait
  • Jumat, 29 Mei 2026 16:42

    Drone Rusia Hantam Apartemen di Negara Anggota NATO, Lukai 2 Orang

    GALATI-Sebuah drone milik Rusia menghantam kota di tenggara Rumania selama serangan pada Kamis (28/5/2026) malam terhadap Ukraina, menurut keterangan dari Bukares. Ini adalah pertama kalinya dalam per

  • Jumat, 29 Mei 2026 16:19

    PTPN IV-LAM Riau Perkuat Sinergi Berbagi Keberkahan Hari Raya Kurban

    PEKANBARU-PTPN IV Regional III memperkuat sinergi sosial bersama Lembaga Adat Melayu Riau melalui penyaluran bantuan hewan kurban dan dukungan kegiatan sosial menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijria

  • Jumat, 29 Mei 2026 16:14

    Harga Minyakita di Pekanbaru Masih di Atas HET, Wako Pekanbaru Siapkan Langkah Antisipasi

    PEKANBARU-Harga Minyakita di sejumlah pasar di Pekanbaru masih terbilang tinggi mencapai Rp 20.000 per liter.Padahal Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita di pasaran hanya Rp 15.700 per liter.Walikot

  • Jumat, 29 Mei 2026 16:07

    Ibu Angkat Tidak Mau Damai, Sang Anak Mendekam di Penjara Usai Curi Duit Rp 80 Juta

    PASIR PENGARAIAN - A.F alias A harus merasakan dinginnya jeruji penjara atas perbuatannya yang mencuri uang orangtua angkatnya. Sang orangtua angkat tidak mau berdamai dalam kasus ini."Kasusnya jalan.

  • Jumat, 29 Mei 2026 16:00

    Sakit Hati Dimarahi Saat Cari Barang Bekas, Remaja di Bengkalis Bakar Rumah Warga, 2 Orang Tewas.

    BENGKALIS-Karena sakit hati dimarahi pemilik rumah, remaja di Kecamatan Bukit Batu nekat membakar rumah semi permanen di Desa Batang Duku kecamatan Bukit Batu Bengkalis, Rabu (27/5) dini hari lalu.Aki

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.