Jumat, 17 Jul 2026
  • Home
  • Nasional
  • Komnas KIPI Investigasi Kasus Warga di Malang Alami Kebutaan Sehari Setelah Divaksin

Komnas KIPI Investigasi Kasus Warga di Malang Alami Kebutaan Sehari Setelah Divaksin

Admin
Kamis, 02 Des 2021 16:54
merdeka.com

Joko Santoso (38), warga Kota Malang mengaku mengalami kebutaan setelah mendapatkan suntikan vaksin dosis pertama. Matanya tidak bisa melihat sehari setelah mengikuti program vaksin yang digelar di lingkungannya.

"Hari Jumat (3/9) ikut vaksin itu, program Pemerintah. Sebagai warga negara yang baik saya kan nurut, pergi ke Pak RW itu. Kan vaksinya kebetulan diadakan di sana, di rumahnya Pak RW," ungkap Joko Santoso kepada wartawan di rumahnya, Kelurahan Arjowinagun, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Kamis (2/12).

Berdasarkan keterangan dokter saat itu, Joko mengaku mendapatkan suntikan vaksin Astrazaneca dosis pertama. Ayah dua anak itu sebelumnya menjalani pemeriksaan tensi, gula darah sebelum mendapatkan suntikan vaksin.

"Hari Jumat itu jam 11.00 WIB vaksin, habis itu disuruh istirahat. Habis disuntik, semua itu kayak tensi, gula darah, riwayat penyakit, nggak ada ya, normal, disuntik. Istirahat 15 menit, menunggu suratnya jadi itu kan lama, saya terus pamitan pulang," jelasnya.

Sampai di rumah sekitar menjelang Salat Jumat, Joko mengaku mual-mual dan muntah dua kali. Ia disarankan istrinya untuk minum vitamin C.

"Dari rumah itu mau Salat Jumat, kok mual-mual, muntah 2 kali. Terus bapak mertua berangkat ke masjid saya muntah-muntah. Habis muntah-muntah telepon istri saya, suruh minum vitamin C," ujarnya.

Joko mengaku mulai merasakan pandangan matanya bermasalah sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu matanya terasa kabur untuk melihat handphone, namun belum muncul kecurigaan apapun.

Tetapi setelah bangun tidur keesokan harinya, pandangannya gelap. Matanya terasa gelap tanpa cahaya yang bisa dirasakan.

"Tidur biasa, eh jam 10 malam kok mainan hp, kok kabur. Saya kira ngantuk, tapi saya tidak curiga, kabur-kabur nggak kelihatan. Kan itu kayak ngantuk, habis itu tidur. Paginya langsung gelap hari Sabtu," ungkapnya.

"Ya langsung, paginya langsung gelap. Sama-sama sekali, kalau normal kan tutup mata begini, masih ada cahaya masuk. itu nggak sama sekali," tambah Joko.

Dia mengaku langsung menghubungi Ketua RW, sebelum kemudian dibawa ke Rumah Sakit Reva Husada. Ia kemudian dirujuk ke RSSA Malang karena pertimbangan peralatan yang memadahi.

"Pak RW bingung juga. Terus ke RS Reva Husada, kan di sana cuma nggak ada alatnya kemudian dirujuk ke RSSA, hari Sabtu pagi," terangnya.

Joko baru mendapatkan perawatan intensif di hari Senin (6/9) di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang. Ia selama 11 hari dirawat, namun belum mengetahui penyebab pasti kebutaannya itu.

"Sabtu pagi masuk IGD tapi alatnya tidak lengkap, disuruh kembali hari Senin. Hari Senin, kembali ke sana langsung ditangani sekalian opname di situ, RSSA," katanya.

Saat ini kondisi penglihatan Joko tidak lagi normal seperti semula. Penglihatannya kabur dan pandangannya hitam-putih.

Sebelumnya seorang perempuan bernama TItik Andayani memposting status di akun facebook. Ia mengabarkan tentang kondisi suaminya yang sudah kembali pulih sekitar 70 persen setelah mengalami kebutaan pasca suntikan vaksinasi dosis pertama.

Titik mengeluhkan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi yang dialami pada 3 September 2021 itu membuat suaminya tidak dapat beraktivitas seperti semula.

Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) mengaku sudah menerima laporan warga Kota Malang, Jawa Timur mengalami kebutaan usai mengikuti vaksinasi Covid-19. Vaksin yang digunakan ialah AstraZeneca.

Ketua Komnas KIPI Hindra Irawan Satari mengatakan, laporan tersebut sedang diinvestigasi Komisi Daerah (Komda) KIPI Jawa Timur. Investigasi ini untuk menelusuri dugaan keterkaitan efek samping kebutaan dengan kandungan vaksin AstraZeneca.

"Sedang dilakukan investigasi," katanya kepada merdeka.com, Kamis (2/11).

Hindra menuturkan temuan investigasi Komda KIPI akan diaudit bersama Komnas KIPI. Hasil investigasi ini akan disampaikan kepada publik.

"Mudah-mudahan hasilnya nanti tidak terkait (antara kebutaan dengan vaksin AstraZeneca)," ujarnya.

Sumber: merdeka.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki