Nasional
Lacak Bisnis Narkoba di Lapas, BNN Buru Komplotan Kalapas Kalianda
Rabu, 30 Mei 2018 15:58
JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) terus menggali jejak bisnis narkoba di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas), pasca-menetapkan Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Kalianda, Lampung, Muchlis Adjie sebagai tersangka kasus pencucian uang hasil transaksi narkoba.
"Ya kita sedang kembangkan terus (peredaran narkoba dalam lapas, red), ada beberapa yang bisa kita ungkap yaitu yang di Lampung, kalapasnya kita tetapkan jadi tersangka. Kalapas (Kalianda) inisial M juga sudah kita tahan," Kata Kepala BNN Komjen Heru Winarko di gedung BNN, Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (30/5/2018).
Sementara itu, Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengatakan, BNN akan terus mengusut keterlibatan para oknum yang menyalahgunakan wewenangnya dalam penjualan narkoba di lapas-lapas, dan hingga saat ini BNN juga akan memeriksa Kakanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Lampung.
"Kakanwil (Kemenkumham Lampung) rencana akan diperiksa hari ini, saya belum monitor lagi ini," kata Arman.
Arman menegaskan, pihaknya akan membongkar pengendalian peredaran narkoba dari lapas. "Yang jelas kita kan menyelidiki dan mencari tahu apakah ini dilakukan oleh oknum atau sudah sistematis artinya terstruktur bukan hanya oknum tapi sudah melibatkan organisasi dari bawah ke atas. Kita akan cari tahu itu," tutupnya.
Seperti diketahui, terungkapnya kasus Muchlis Adjie ini bermula saat seorang sipir Lapas Kalianda ditangkap BNNP Lampung. Sipir tersebut mengaku menyetor sejumlah uang ke Muchlis.
Atas hal itu, BNNP menggeledah rumah Muchlis dan menyita sebuah buku tabungan. BNNP pun kemudian menetapkan Muchlis dijadikan tersangka kasus pencucian uang.
(okezone.com)
nasional
Rumah di Tengah Kebun Terbakar, Ayah dan Anak di Musi Banyuasin Tewas Terjebak
Satu unit rumah di Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatra Selatan, ludes terbakar dalam sebuah peristiwa kebakaran yang juga menelan korban jiwa.Dua penghuni ru
Komdigi Blokir 3.000 Nomor Telepon Terindikasi Penipuan, Ada yang Catut Nama Anggota DPR
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menyebut bahwa pihaknya telah memblokir 3.000 nomor telepon terindikasi penipuan (scam call) dengan modus mencatut nama pejabat publik, termas
Antrean Penyeberangan RoRo Bengkalis Padat di Penghujung Libur Panjang, Dishub Tambah 2 Trip.
BENGKALIS-Kepadatan antrean pasca libur panjang akhir pekan sempat terjadi di pelabuhan RoRo Sungai Selari Kecamatan Bukit Batu, Minggu (17/5) malam kemarin.Kepadatan terjadi karena ramainya arus bali
Breaking News: Korporasi Sawit di Pelalawan Ditetapkan Jadi Tersangka Pengrusakan Lingkungan.
PEKANBARU-PT Musim Mas, di Pelalawan, Provinsi Riau, ditetapkan sebagai tersangka korporasi kejahatan lingkungan hidup.Perusahaan sawit ini melakukan aktivitas terlarang, dengan membuka perkebunan kel
Mobil Pribadi Mogok Ditengah Banjir di Sontang Rohul, Ditarik Truck Minyak.
PASIR PENGARAIAN-Banjir di jalan lintas Sontang, Rohul - Duri, Bengkalis kembali makan korban.Sebuah mobil pribadi mogok ditengah-tengah banjir.Kejadian tersebut terjadi pada Jumat pekan lalu (15/5/20