Minggu, 17 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Larang Pengerahan Massa ke TPS, Polisi: Sudah Ada Petugas

Nasional

Larang Pengerahan Massa ke TPS, Polisi: Sudah Ada Petugas

Selasa, 16 Apr 2019 15:31
Detik.com
JAKARTA - Polisi mengantisipasi adanya pengerahan massa ke tempat pemungutan suara (TPS). Polisi mengimbau warga tidak menjaga TPS karena sudah ada petugas yang melakukannya.

"Saya pikir nggak usah mikirin yang tidak-tidak, mau lakukan kegiatan berkumpul gitu. Ngapain dia nongkrong-nongkrong di TPS? Mau ngapain? Kan nggak perlu, apalagi kegiatannya mobile, mau ngapain?" jelas Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar kepada wartawan di Mapolres Jaksel, Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (16/4/2019).

Indra mengatakan polisi menjamin keamanan di TPS. Polisi akan berpatroli ke TPS untuk memastikan keamanan.

"Ada patroli gabungan disediakan TNI-Polri yang melakukan patroli secara skala sedang dan besar, sudah ada itu," ucapnya.

Berdasarkan informasi hasil intelijen, polisi memetakan sejumlah kerawanan pada saat pencoblosan. Salah satunya ada gerakan 'Rabu Putih' oleh pihak-pihak tertentu yang diduga akan mengerahkan massa ke TPS untuk 'menjaga' TPS.

"Ya mungkin dari kelompok-kelompok tertentu ini ingin starting bersama-sama dengan kelompoknya mereka dari tempat-tempat ibadah kemudian datang ke TPS ramai-ramai, dia cuma nunggu aja di sana," tuturnya.

Indra menegaskan pengerahan massa ke TPS tidak diperbolehkan karena dikhawatirkan akan mengganggu secara psikologis pemilih yang datang ke TPS.

"Sekali lagi bahwa yang datang ke sana untuk orang-orang yang memberikan haknya atau suaranya, perangkat TPS sudah ada di sana. Sehingga tidak perlu lagi orang lain yang ikut-ikutan," tuturnya.

Indra meminta warga mempercayakan pengamanan pemilu kepada petugas dan aparat yang berwajib. "Percaya pada KPU sebagai pelaksana dan kami akan mengamankan," tegas dia.

Lebih jauh, Indra sudah memetakan ada beberapa masjid yang akan dijadikan tempat kumpul massa pada saat pencoblosan nanti.

"Kalau dikira ada belasan masjidlah. Belum bisa memastikan, tapi kita update terus sampai nanti malam," lanjutnya.

Dia menegaskan polisi akan menindak bila massa tersebut mengganggu proses pencoblosan.

"Kami tidak berharap mereka akan mengganggu, tapi tetap kita antisipasi manakala mengganggu kita tindak," tandas Indra.



Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:37

    Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

    Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:23

    Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.

    Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr

  • Sabtu, 16 Mei 2026 15:03

    Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya

    JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:51

    Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

    SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:36

    Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.

    JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.