Senin, 18 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Marak Kejahatan Seksual, Pemerintah Harus Fokus pada Pencegahan

Nasional

Marak Kejahatan Seksual, Pemerintah Harus Fokus pada Pencegahan

Senin, 23 Mei 2016 10:05
okezone.com
Ilustrasi

JAKARTA – Sejak kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Yuyun, siswa SMP Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu muncul ke permukaan, banyak kasus serupa terungkap. Yang terbaru adalah kasus pembunuhan sadis terhadap Eno Parihah, karyawati pabrik yang tewas di Mess Kosambi dengan gagang cangkul tertancap di kemaluannya.

Sosiolog Musni Umar menilai Indonesia memang sudah masuk ke dalam kondisi darurat kekerasan seksual. Oleh karena itu, solusi yang dia tawarkan adalah pemerintah harus fokus menyelesaikan permasalahan ini mulai dari hulunya.

"Publik maupun pemerintah lebih banyak bicara di hilir saja, yakni kekerasan itu sendiri. Itu sikap yang reaktif. Karena bicara di hilir, muncul ide pelaku dikebiri atau dihukum mati. Yang seharusnya dilakukan bagaimana mencegah bagaimana kekerasan seksual itu tidak berlanjut," kata Umar kepada Okezone, Senin (23/5/2016).

Bentuk penyelesaian masalah di hulu tersebut, lanjut Umar, pemerintah harus mencegah peredaran minuman keras. Selanjutnya menghentikan penayangan berbau pornografi di media sosial dan memberantas peredaran narkoba.

"Harus dicegah yang membuat mereka (pelaku) melakukan (kekerasan seksual) seperti peredaran miras yang meluas di masyarakat. Kedua, penyebab kekerasan seksual yang berujung kematian karena maraknya pornografi. itu harus dihentikan penayangannya baik Youtube maupun di medsos. Narkoba juga mendorong orang melakukan kegiatan seksual. Hal-hal itu yang harus diberantas pemerintah," paparnya.

Selain mencegah hal-hal yang menjadi penyebab dari kekerasan seksual, juga perlu ada kesadaran dari masyarakat mengenai pentingnya peran keluarga, sekolah, dan lingkungan di masyarakat.

"Masyarakat harus berperan, jangan acuh. Secara tidak disadari, jika acuh maka membiarkan berbagai kejahatan yang membawa maut itu yang umumnya korbannya adalah perempuan," ucapnya. (okezone.com)

nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 25 Apr 2026 05:53

    PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi

    Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b

  • Selasa, 14 Apr 2026 18:47

    Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik

    JAKARTA-Dewan Pers menggelar diskusi bertajuk “Membaca Kasus Magdalene.id dari Kacamata Pers” di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mem

  • Sabtu, 11 Apr 2026 19:10

    Aklamasi, Purnomo Yusgiantoro Nahkodai DPP IKAL Lemhannas

    Jakarta-Prof Dr Ir Purnomo Yusgiantoro MSc MA PhD IPU terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas) periode 2025-2030.Menteri Perta

  • Rabu, 24 Des 2025 18:05

    Kemenhan Fasilitasi Retret Bela Negara 200 Wartawan Sambut HPN 2026

    JAKARTA-Kementerian Pertahanan RI bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyiapkan retret khusus wartawan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada akhir Januari atau awal Febr

  • Rabu, 24 Des 2025 11:00

    Dukung Kelancaran Operasi Hulu Migas, 13 Sertipikat Hak Pakai Lahan WK Rokan Diserahkan kepada PHR

    Jakarta-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 â€" Sumatra kembali menerima Sertipikat Hak Pakai (SHP) atas Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah hulu migas di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Provinsi Ri

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.